Asma'ul Husna: Al-Mu'min & 'Al-Azim

|

Al-Ishlah │ Asma'ul Husna: Al-Mu'min & 'Al-Azim

Pengertian Asma'ul Husna
  Asma'ul Husna artinya nama-nama yang baik, indah, suci yang mengandung makna menyanjung kemuliaan sifat-sifat Allah swt..
Sifat-sifat Allah yang agung dan mulia ini tidak mungkin bisa disamai oleh sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh manusia.

  Karena keagungan dan kemuliaan sifat manusia, sifatnya hanyalah sementara dan terbatas. Sedangkan keagungan dan kemuliaan sifat-sifat Allah bersifat abadi dan tidak mengenal batas.

» Al-Mu'min (Maha Aman)
  Allah mempunyai sifat al- Mu'min, artinya Maha aman, jauh dari rasa takut dan khawatir. Sedikitpun Allah tidak mempunyai rasa takut, khawatir atau cemas seperti yang dimiliki manusia.
  Jika manusia mungkin hari ini merasa aman, mungkin besok sudah merasa tidak aman, karena datangnya sebuah ancaman dari pihak musuh. Hari ini merasa tenang mungkin besok sudah berubah menjadi tidak tenang, karena terjadi berbagai musibah. Namun hal sperti ini, tidak mungkin terjadi pada Allah.
  Dunia dan se-isinya ini adalah ciptaan Allah semua makhluk bisa bergerak karena kekuasaan Allah, maka mustahil jika Allah takut pada makhluk yang diciptkan-Nya.
Sekejam dan seganas apa pun yang dilakukan makhluk-Nya, tidak akan pernah menakutkan Allah. Bahkan Allah lah yang menjaga keamanan alam semesta. Semua isi dunia ini tunduk dan takut kepada Allah swt. Firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya :
"Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Maharaja yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, yang menjaga keamanan, pemelihara keselamatan, Yang Maha perkasa, yang memiliki segala keagungan Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." ( Q.S. Al-Hasyr [59] 23 )


» Al-Azim (Maha Agung)
  Allah memiliki sifat al-'Azim artinya Allah itu Maha Agung. Keagungan Allah bersifat mutlak sedangkan keagungan manusia adalah terbatas dan bersifat sementara.
  Sebagai contoh adalah seorang raja yang amat terkenang, dia diagungkan atau di anggap agung oleh rakyatnya. Setelah dia tidak menjadi raja, maka predikat keagungannya lambat laun akan sirna. Dan mungkin dia di anggap agung di sebuah negara, namun di anggap sebagai penjahat bagi negara lain.
  
Keagungan Allah itu meliputi segala hal, semua waktu, dan setiap tempat hingga manusia tak akan mampu menandinginnya. Keagungan Allah ini tidak akan pernah dipengaruhi sedikit pun oleh ulah makhluk-Nya. Seandainya saja seluruh penduduk bumi dan langit tidak mau menyembah Allah, maka hal itu tidak akan mengurangi keagungan Allah, atau sebaliknya seluruh pendudun kami dan langit tekun menyembah Allah, maka hal itu tidak menambah keagungan Allah. Dia Maha agung karena zat-Nya sendiri. Bukan karena dukungan makhluk lain. Firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya:
"Dan Dia Mahatinggi, Mahaagung." ( Q.S. Al-Baqarah[2] 255 )

Related Posts

0 komentar: