Enggan Melaksanakan Ketaatan itu Tanda Penyakit Nifaq

|

Enggan Melaksanakan Ketaatan itu Tanda Penyakit Nifaq
Al-Ishlah │ Saat seorang dijadikan hatinya berat utk jalankan suatu ketaatan, berarti di dalam hatinya ada kemunafikan 

Kala Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebut berkaitan beberapa orang munafik, di mana beberapa orang munafik mau ke luar berperang dengan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Dapat namun Allah tak suka keberangkatan mereka di medan perang. Sehingga Allah serta jadikan mereka berat hati buat pergi ke medan perang. Dulu dikatakan pada mereka : “duduklah dgn beberapa orang yg duduk”. Allah Ta’ala berfirman (yg artinya) : “tetapi Allah tak gemar keberangkatan mereka, sehingga Allah melemahkan kemauan mereka. & dikatakan terhadap mereka : “Tinggallah anda dengan beberapa orang yg tinggal itu”” (QS. At Taubah : 46). Pasti ini jadi satu buah renungan utk kita. Mengapa begitu? Dikarenakan dikala seorang dijadikan hatinya berat buat laksanakan satu buah ketaatan, berarti di dalam hatinya ada kemunafikan. Beberapa Orang munafik berat utk mengamalkan ketaatan demi ketaatan. Seperti yg Allah sebutkan dalam ayat ini, Allah jadikan beberapa orang munafik berat buat lakukan satu buah ketaatan yakni jihad fi sabilillah. 

Orang munafik pula berat utk berangkat ke tempat ibadah lakukan shalat berjamaah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Shalat yg paling berat buat orang munafik merupakan shalat isya & shalat fajar” (HR. Ibnu Majah no.656, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah). Bahkan orang munafik beranggapan bahwa seluruh shalat berjamaah itu berat, dapat tapi yg paling berat merupakan shalat isya & shalat fajar. Dijadikan hati mereka berat buat mengamalkan ketaatan demi ketaatan. 

Sekali lagi ini jadi renungan utk kita, apakah sewaktu ini kita dijadikan berat utk mengamalkan ketaatan demi ketaatan? Apakah kita ini dijadikan enggan utk mengamalkan ketaatan demi ketaatan? Inilah pastinya yg kita khawatirkan wahai saudaraku… 

Kita pasti tak mau kita termasuk juga beberapa orang yg tak di harapkan Allah utk berbuat kebaikan, dulu Allah jadikan hati kita berat utk mengamalkan kebaikan, hasilnya kita juga jadi beberapa orang yg terhempas oleh penyakit kemunafikan. Subhaanallah… 

Oleh dikarenakan itu tak ada jalan lain kecuali kita tetap mengusahakan menjadikan hati kita bersemangat buat lakukan ketaatan. Macam Mana caranya? 

Perdana, kita berdoa terhadap Allah supaya memberikan terhadap kita semangat dalam keataatan. Diantara doa yg diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam : /allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal mungkaroot wa hubbal masaakin wa an taghfiro lii wa tarhama nii wa tatuuba ‘alaiyya/ (Ya Allah saya minta terhadap engkau, supaya saya sanggup lakukan kebaikan, & supaya saya sanggup meninggalkan kemaksiatan, & memberi saya rasa cinta pada beberapa orang miskin, & mudah-mudahan Engkau mengampuni saya, merahmati saya & menerima taubatku).(HR. At Tirmidzi no. 3235, dirinya berbicara : “hasan shahih”). 

Seseorang mukmin beliau tak ingin mendapatkan beliau enggan lakukan ketaatan. Sehingga beliau serta minta pada Allah supaya ditolong dalam melaksanakan ketaatan. 

Ke-2, selanjutnya satu orang mukmin pula berikhtiar membawa sebab-sebab yg membuatnya bersemangat dalam ketaatan. Contohnya dgn membaca tentang keutamaan amalan-amalan, merupakan macam mana Allah bakal memberikan pahala yg agung yg berupa kebahagiaan di akhirat, dengan cara apa Allah sediakan pahala yg agung berupa surga, maka waktu membaca hal tersebut satu orang mukmin jadi bersemangat buat beramal shalih. 

Ke3, seseorang mukmin pula mengupayakan biar beliau masih bersemangat disaat sedang lakukan ketaatan tersebut. Dirinya mengupayakan buat berteman bersama beberapa orang shalih. Beliau berikhtiar buat selalu jadi orang yg kuat dalam lakukan ketaatan pada Allah Ta’ala dgn bertemankan beberapa orang shalih. Dikala dia menonton rekan-rekan shalihnya tersebut berlomba-lomba dalam kebaikan, sehingga bakal ada dorongan dalam hati kita utk pun ikut berlomba-lomba dengan mereka dalam kebaikan. Itulah sahabat yg shalih, sahabat yg shalih memberikan kita kemampuan dalam Islam wahai akhol Islaam. 

Allah menjadikan hati satu orang berat jalankan ketaatan mampu dikarena maksiat yg ada di dalam hatinya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah kala menyebut sekian banyak akibat jelek dari dosa dirinya menyebut di antaranya yaitu dosa menjadikan hamba berat jalankan ketaatan. Maka dosa itu menjadikan ia enggan beramal shalih, menjadikan hatinya hitam kelam, hasilnya cahaya iman yg memberikan semangat berbuat ketaatan dapat redup sedikit-demi-sedikit. 
Begitu pun orang munafik, akibat dosa-dosa yg ada dalam hati mereka, berupa keraguan terhadap Allah & Rasul-Nya, hasilnya Allah jadikan mereka berat lakukan ketaatan demi ketaatan. Allah jadikan mereka berat hatinya utk mengamalkan kebaikan. Sebab itu wahai saudaraku, silakan kita tinggalkan maksiat, langsung kita tinggalkan maksiat. Sebab maksiat menjadikan hati kita berat buat mengamalkan ketaatan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Seorang akibat aksi maksiatnya, amat sering menciptakan beliau tak dapat buat shalat tahajud, berat hatinya buat bangun di kala tengah malam. Satu Orang akibat aksi maksiatnya, lisannya kelu buat berdzikir pada Allah. Bahkan hatinya tidak merasakan lagi kenikmatan di dikala dia mengucapkan “Subhaanallah, walhamdulillah, laailaaha illallah, allahu akbar”. Hatinya tidak bergetar dikala disebutkan ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal ciri satu orang mukmin disebutkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (yg artinya), “Sesungguhnya beberapa orang yg beriman adalah mereka yg seandainya dinamakan nama Allah gemetarlah hati mereka, & bila dibacakan Ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), & cuma pada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al Anfal : 2). Tetapi akibat maksiat, dikala kita menyebutkan nama Allah, hati kita tak merasakan takut terhadap Allah. Akibat maksiat, waktu mendengar ayat-ayat Allah bertambahlah keimanan kita. Bahkan terkadang kita merasa gersang kala mendengarkan ayat-ayatnya. Kita khawatir termasuk juga beberapa orang yg tak diharapkan oleh Allah buat berbuat kebaikan. 

Wallahi ayat ini menciptakan kita merinding & takut sekali. Sehingga janganlah hingga kita termasuk juga beberapa orang yg tak di inginkan oleh Allah utk berbuat kebaikan. Padahal diantara tanda bahwa satu orang itu diharapkan oleh Allah kebaikan padanya ialah dijadikan dirinya semangat berbuat ketaatan. Dia pula semangat buat menuntut ilmu Allah sbg sumber dari amalan shalih. Bukankah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “barangsiapa yg Allah inginkan kebaikan padanya, Allah jadikan dirinya faqih dalam agama” (HR. Bukhari – Muslim). Kata Syaikh Muhammad Badan Intelijen Negara Shalih Al Utsaimin rahimahullah, berarti orang yg tak diharapkan kebaikan oleh Allah dalam agama tandanya merupakan dia enggan utk menuntut ilmu agama, dijadikan hatinya berat. Maka utk terjadi kaki menuju ke majelis-majelis ilmu, dia merasa berat hatinya. 

Sehingga akhol Islam, kita mohon pada Allah biar Allah memberikan kita kebolehan utk selalu berbuat ketaatan, kita memohon terhadap Allah supaya termasuk juga beberapa orang yg semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. 

***

Related Posts

0 komentar: