Cara Melaksanakan Zakat Fitrah

|

Al-Ishlah │ Setelah mengetahui ketentuan-ketentuan zakat fitrah, maka kita harus melaksanakannya. Pengetahuan yang telah kita peroleh tidak boleh hanya kita simpan dalam otak tanpa diterapan dalam bentuk perbuatan nyata. Sebagai salah satu panduan dalam melaksanakannya, maka perhatikanlah beberapa uraian di bawah ini !

     Pelaksanaan zakat fitrah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Melalui Amil Zakat
     Umat Islam (Muzakki) dapat mempercayakan pengurusan zakatnya kepada lembaga amil zakat/panitia zakat. Yang dimaksud amil zakat adalah petugas atau lembaga yang menarik, mengumpulkan, mengelola, dan membagi zakat dari masyarakat. Amil (panitia) zakat fitrah dapat dibentuk di kampung, masjid atau di madrasah. Contohnya dalam panitia zakat di masjid dan mushola terdiri dari petugas-petugas yaitu:
a. Petugas pemungut zakat fitrah 10 orang.
b. Zakat penimbang beras 10 orang.
c. Petugas pencatat mustahik zakat fitrah dan pembagi zakat 15 orang.

2. Secara Mandiri atau Individu
    Melaksanakan zakat fitrah dapat pula secara mandiri atau individu. Maksudnya yaitu memberikan zakat secara langsung kepada fakir miskin atau mustahik zakat tanpa melalui panitia.

Misalnya Pak Jono mempunyai seorang istri dan tiga orang anak yang masih sekolah. Sebagai keluarga Muslim, mereka memiliki kewajiban membayar zakat untuk diberikan kepada fakir miskin. Menjelang hari raya Idul Fitri mereka mulai sibuk menimbang beras. Karena jumlah keluarga ada lima, maka beras untuk dijadikan lima bungkus dengan ukuran 2,5 kg per bungkus. Kemudian bungkusan-bungkusan tersebut diserahkan kepada fakir miskin di sekitarnya.

Dari rumah, Pak Jono bersama anaknya menemui keluarga yang termasuk fakir miskin. Setelah masuk kerumahnya, maka Pak Jono berkata kepada fakir miskin itu bahwa maksud kehadirannya adalah untuk memberi zakat fitrah. Sambil menyerahkan bungkusan beras, Pak Jono mengucapkan niat. Bacaan niat boleh dengan bahasa daerah atau bahasa Indonesia. Tapi  jika niat lafal niat mengikuti tuntunan para ulama, maka itu lebih utama. Karena Pak Jono sudah hafal niat mengeluarkan zakat seperti yang diajarkan para ulama, maka dia mempraktikkannya dengan lafal itu.

Perlu diketahui bahwa dalam pengucapan niat berzakat maka haruslah jelas. Jika zakat itu untuk diri sendiri, maka harus dilafalkan untuk diri sendiri. Namun, jika untuk anggota keluarganya, maka harus di lafalkan juga.
Perhatikanlah lafal niat mengeluarkan zakat fitrah berikut ini:
· Lafal niat untuk diri sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ
ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

· Lafal niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ
ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ
ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Adapun bagi orang yang diberi zakat fitrah, sepatutnya dia bersyukur san berterima kasih. Sesaat setelah menerima zakat fitrah hendaknya mendoakan orang yang memberinya.

Itulah beberapa tuntunan dalam menyerahkan dan menerima zakat fitrah. Setelah seorang fakir miskin diberi zakat fitrah, maka pemberi zakat fitrah dapat memeberikan zakat kepada orang lain yang termasuk fakir miskin di sekitarnya. Sehingga akhirnya zakat bisa merata terbagi kepada seluruh orang yang berhak menerima.

Seacrh: cara zakat fitrah dengan uang, cara zakat fitrah sesuai sunnah, cara zakat fitrah sendiri, cara zakat fitrah nu, cara zakat fitrah yang benar, cara pembagian zakat fitrah untuk amil, cara amil menerima zakat fitrah, contoh cara menghitung zakat fitrah, contoh cara pembagian zakat fitrah, cara niat mengeluarkan zakat fitrah 

Related Posts

0 komentar: