Tiga Perkara Yang Mengikuti Jenazah

|

Al-Ishlah │ ONE DAY ONE HADIST Selasa, 17 Oktober 2017 / 27 Muharram 1439




Tiga Perkara Yang Mengikuti Jenazah

عن أنس رضي الله عنه عن رَسُول الله صلى الله عليه وسلم، قَالَ: ((يَتْبَعُ المَيتَ ثَلاَثَةٌ: أهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَملُهُ، فَيَرجِعُ اثنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ: يَرجِعُ أهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبقَى عَملُهُ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 

Dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“ Si mati itu diikuti oleh tiga golongan. Akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya. Dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya ”.[ Hr Muttafaqun alaihi.]

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1-  Orang memiliki keluarga yang selalu bergaul dengan dirinya dan juga harta sebagai bekal dan perhiasan hidupnya.
2- Dua teman ini selalu menyertainya dan suatu saat akan berpisah dengannya.
3- Maka orang yang berbahagia adalah orang yang menjadikan harta sebagai jalan untuk berzikir kepada Allah SWT, dan menafkahkannya untuk kepentingan akhirat, dan dia mengambil harta itu untuk kehidupan akhirat, dia mencari isteri yang solehah yang boleh menjaga keimanannya, menjadikan anak-anaknya shaleh dan shalehah supaya menjadi amal saleh dan pahala yang baik disisiNya.
4- Hadist ini juga memberikan petunjuk untuk memperbaiki terus amal kita diantaranya: Harus ihlas dan benar, supaya tidak menjadi amalan yang sia-sia disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Adapun orang yang menjadikan harta dan keluarga yang menyibukkannya sehingga melalaikan Allah SWT maka dia temasuk orang yang rugi.

شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْلنَا

"Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampun untuk kami…”. (QS. Al-Fath: 11).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dananak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapayang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yangrugi.. (QS. Al-Munafiqun: 9).

2-Maka apabila anak Adam mati, dan meninggalkan dunia ini maka dia tidak mengambil manfaat apapun dari keluarga dan hartanya kecuali do’a keluarga baginya, permohonan ampun mereka untuk dirinya dan perbuatan-perbuatan yang dijelaskan oleh syara’ yang boleh mendatangkan manfaat untuk dirinya serta apa yang di keluarkan dari hartanya untuk manfaat dirinya.

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(iaitu) di hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.
ah dengan hati yang bersih”.

Al-Asyu’ara: 88-89.

Baca artikel tentang Al-Qur'an Hadits
Baca artikel tentang Kajian Islam
Baca artikel tentang

Baca juga Artikel Selanjutnya

Related Posts

0 komentar: