Hubungan antara Islam, Iman dan Ihsan

shares

Al-Ishlah │ Hubungan antara Islam, Iman dan Ihsan - Ada tiga unsur pokok dalam akidah Islam yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Artinya, jika sesorang mengaku berakidah Islam atau lebih mudahnya dia mengaku sebagai Muslim, maka harus ada tiga unsur pokok ini didalam dirinya, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Ketiganya mempunyai hubungan yang sangat erat. Untuk mengetahui hubungannya,perlu diketahui terlebih dahulu pengertian ketiganya.

a. ISLAM

Kata Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu Aslama - Yuslimu - Islaama(n) yang artinya adalah patuh, tunduk, menyerahkan diri, dan selamat.Sedang menurut istilah, Islam yaitu agama yang mengajarkan agar manusia berserah diridan tunduk sepenuhnya kepada Allah. Tunduk atau berserah diri adalah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang tunduk dan berserah dirikepada Allah disebut Muslim.

b. IMAN

Menurut bahasa iman berarti percaya. Sedangkan menurut istilah Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan dilaksanakan dengan anggota badan (perbuatan).

Jika seseorang sudah mengimani seluruh ajaran Islam, maka orang tersebut sudah dapat dikatakan mukmin (orang yang beriman).

c. IHSAN

Menurut bahasa Ihsan berarti kebaikan.Sedangkan menurut istilah Ihsan adalah perbuatan baik sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah sebagai makhluk individu, yaitu hubungannya dengan Allah maupun sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesama. Lebih lanjut disebutkan bahwa cara penghambaan diri ini harus senantiasa merasa melihat atau dilihat oleh Allah Swt.sebagaimana di sebutkan dalam hadis Nabi Saw.:’ Jibril bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu?‘ Nabi menjawab: “Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Dengan demikian berbuat baik kepada Allah maupun sesama harus dilakukan setiap saat karena ada kontrol langsung dari Allah Swt. Orang yang telah menerapkan hal ini disebut dengan Muhsin.

Ketiga unsur pokok akidah Islam di atas tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, bahkan ketiganya berkumpul dalam satu hadis panjang yang diriwayatkan oleh sahabat Umar bin Khattab Ra. sebagai berikut:


Artinya: " ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Dahulu kami pernah berada di sisi Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, lalu datanglah seorang laki-laki yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan.Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi Shallallahu‘Alaihi Wasalam lalu menyandarkan lututnya pada lutut Nabi Shallallahu ‘AlaihiWasalam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam? ‘ Rasulullah Saw. menjawab: “Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadlan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu bepergian kepadanya.’ Dia berkata, ‘Kamu benar.’ Umar berkata,‘Maka kami kaget terhadapnya karena dia menanyakannya dan membenarkannya.’Dia bertanya lagi, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu? ‘ Beliau menjawab:“Kamu beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, paraRasul-Nya, Hari Akhir, dan takdir baik dan buruk.” Dia berkata, ‘Kamu benar.’ Diabertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu? ‘ Beliau menjawab: “Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Dia bertanya lagi, ‘Kapankah HariAkhir itu? ‘ Beliau menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” Dia bertanya, ‘Lalu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya? ‘ Beliau menjawab: “Apabila seorang budak melahirkan (anak) tuan-Nya, dan kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin,penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan.”Kemudian dia bertolak pergi. Maka aku tetap saja heran kemudian beliau berkata;“Wahai Umar, apakah kamu tahu siapa penanya tersebut?” Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda: “Itulah Jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang pengetahuan agama kalian” ." (HR.Muslim)

Dari paparan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa ketiganya tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dalam menunjang akidah Islam. Iman sebagai bentuk keyakinan, Islam sebagai bentuk ibadah, dan Ihsan sebagai bentuk perbuatan baik kepada Allah maupun kepada sesama. Lebih dalam lagi bisa kita simpulkan bahwa seorang mukmin bisa membuktikan keimanannya dengan menunjukkan keislamannya dan dan keihsanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mendapat petunjuk dalam menjalankan akidah Islam secara utuh dan tanpa keraguan. Memilki keimanan yangkuat dengan cara menampilkannya dalam bentuk menjalankan rukun Islam dengan benar dan memiliki keihsanan yang sempurna dalam kehidupan. Dan akhirnya, kitaakan mendapatkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat dalam naungan ridha-Nya.

Cukup Sekian artikel hari ini tentang Hubungan antara Islam, Iman dan Ihsan semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa share kebaikan kepada orang lain! SHARE SHARE SHARE !!!

Related Posts

0 komentar: