Dasar-Dasar Akidah Islam

shares

Al-Ishlah │ Akidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqifi, artinya suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, sumber ajaran akidah Islam adalah terbatas pada al-Qur'an dan Sunnah saja. Karena, tidak ada yang lebih tahu tentang Allah kecuali Allah itu sendiri, kemudian Rasulullah Saw. selaku pengemban wahyu dari Allah Swt. Baru kemudian pendapat pada ulama yang otonitatif yang dinyatakan oleh Rasulullah sebagai pewarisnya.

a. Al-Qur'an

Al-Qur'an adalah firman Allah Swt. yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw.dengan perantara Malaikat Jibril. Melalui al-Qur'an inilah Allah menuangkan firman-firman Nya berkenaan dengan konsep akidah yang benar yang harus diyakini dan dijalani secara mutlak dan tidak boleh ditawar oleh semua umat Islam. Di dalam al-Qur'an banyak terdapat ayat-ayat yang berisi tentang tauhid, diantaranya adalah Qs. al-Ikhlas ayat 1-4 diatas, dan masih banyak lagi yang lain diantaranya:





“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”.(an-Nisa’:136).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menerangkan tentang akidah jika kita mau mengkajinya lebih dalam.

b. Al-Hadis

Hadis ialah segala ucapan, perbuatan, dan takrir (sikap diam) Nabi MuhammadSaw. Islam telah menegaskan bahwa hadis menjadi sumber hukum Islam kedua (setelahAl-Qur'an), baik sumber hukum dalam akidah maupun dalam semua persoalan hidup.Hal ini dikarenakan semua yang disandarkan kepada Nabi adalah wahyu dari Allah, bukan sekedar memperturutkan hawa nafsu saja. Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya:

"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).(Qs. an-Najm: 3-4)"

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (Qs. Al-Hasyr:7)."

Itulah dasar perintah mengikuti Rosulullah Saw. melalui hadis-hadisnya. Adapun hadis-hadis yang menjelaskan tentang akidah adalah sebagai berikut, yang artinya:


"Dari Abu Hurairah Ra. berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatuhari bersama dengan para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam yangkemudian bertanya: “Apakah iman itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:“Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,pertemuan dengan-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan kamu beriman kepada Hari Berbangkit”.(H.R. Bukhari)


Ibnu Numair berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Barangsiapa meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu,maka ia masuk neraka.” Dan aku berkata, “Saya dan orang yang meninggal dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun (niscaya) masuk surga” (HR. Muslim).

Jika kita cermati beberapa hadis di atas, maka kita akan temui bahwa isinya tidakada yang menyalahi isi dari al-Qur'an dalam hal ini berkaitan dengan akidah yang secara umum disebut dengan keimanan.

Hal ini semakin memperkuat keyakinan kita bahwa hadis adalah sumber hukum kedua setelah al-Qur'an yang harus dipedomani oleh umat Islam baik dalam hal akidah ataupun yang lainnya. Keduanya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.

Related Posts

0 komentar: