Pengertian Akhlak Tercela dan Kisah Sa'labah

|

Al-Ishlah │ Akhlak tercela artinya sikap atau perilaku buruk yang dimiliki oleh seseorang. Jika perilaku buruk tersebut tidak dikendalikan maka akan merugikan banyak orang dab akibatnya rusaklah sebuah kehidupan bermasyarakat.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya:
Dari Abi Hurairah berkata: Rasulullah saw., bersabda "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak." (H.R Ahmad)

Hadits tersebut menggambarkan bahwa akhlak terpuji itulah yang pertama kali dibawa oleh Rasulullah dalam dakwahnya. Oleh karena itu, kalian harus mempraktekkan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela.

· KISAH AKHLAK TERCELA SA'LABAH

Pada suatu haru seorang sahabat Nabi yang amat miskin datang kepada Nabi sambil mengadukan tekanan ekonomi yang dialaminya. Sa'labah, nama sahabat tersebut.Sa'labah memohon kepada Nabi untuk berdoa supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya.

Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Sa'labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun, Sa'labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan alasan yang sampai kini masih sering kita dengar, "Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan sedekah kepada setiap orang yang berhak menerimanya?."

Nabi kemudian mendo'akan Sa'labah. Nabi menyerahkan ternak kepada Sa'labah. Dari waktu ke waktu ternak Sa'labah berkembang dengan pesat sehingga ia harus membangun peternakannya agak jauh dari Madinah. Seperti diduga, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat lagi menghadiri sholat jamaah bersama Rasulullah di siang hari. Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak, sehingga semakin sibuk pula Sa'labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi berjamaah bersama Rasulullah. Bahkan menghadiri sholat jum'at dan sholat jenazah pun tak bisa dilakukan lagi.

Ketika turun perintah zakat, Nabi menugaskan dua orang sahabat untuk menarik zakat dari Sa'labah. Sayang sekali, Sa'labah menolaknya mentah-mentah utusan Nabi itu. Ketika utusan Nabi datang hendak melaporkan kasus Sa'labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan ucapan beliau, "Celakalah Sa'labah!!!"

Nabi murka dan Allah pun murka! Saat itu turunlah Q.S At-Taubat ayat 75-78 sebagai berikut yang artinya:
"Dan diantara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kamu, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kamu termasuk orang-orang ayng saleh. Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling dan selalu menentang (kebenaran). Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta. Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?" (Q.S. At-Taubat[9]:75-78)

Sa'labah mendengar ada ayat tang turun mengecam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia menemui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Nabi menolaknya, "Allah melarang aku untuk menerimanya." Sa'labah menangis tersedu-sedu. Setelah Nabi wafat, Sa'labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar kemudian Umar bin Khattab, tetapi kedua Khalifah itu menolaknya sehingga Sa'labah meninggal dunia pada masa khalifah Usman bin Affan.


Related Posts

0 komentar: