Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jalan dan Cara Setan Masuk Menggoda Manusia Dan Kondisi Yang Mengundangnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Al-Ishlah │ Telah nyata dan terang di dalam hadits tentang berpuasa Ramadhan dijelaskan bahwa pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu. Lalu di dalam benak kita bertanya, kalau dibelenggu kenapa masih ada orang yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan ? kenapa masih banyak orang berbuat kemaksiatan di bulan tersebut ? Pertanyaan semacam ini muncul karena kita membayangkan eksistensi setan secara fisik sebagaimana halnya manusia. Padahal setan itu mempunyai banyak cara untuk menjerumuskan manusia tanpa harus menghadirkan wujudnya, cukup dengan bisikan dan meniupkan angan-angan atau perasaan was-was; dan jangan lupa masih ada satu jenis setan selain dari setan yang ghaib, yaitu setan manusia !!!


وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٲتِ ٱلشَّيۡطَـٰنِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَكُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ ....


... dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. 


(Q.S. Al-Baqarah: 168).


Ayat di atas mengandung pengertian sebagai berikut:


1. Setan itu musuh manusia.


2. Permusuhan setan itu nyata, jelas, terang-terangan.


3. Setan memiliki langkah-langkah, jalan, metode dan tahapan dalam menggoda manusia. 

Sebenarnya diri sendirilah yang acapkali menjerumuskan seseorang ke dalam bahaya, karena manusia menyimpang dari petunjuk Allah swt. Hal ini membawa konsekuensi yang harus dibayar mahal oleh manusia dalam kehidupannya di dunia, sehingga ia akan mendapat kerugian karena tidak memperoleh ridha Allah Swt serta nikmat-Nya di akhirat nanti. Salah satu bahaya yang akan menimpa diri manusia sendiri adalah ketika ia membuka pintu gerbang yang akan menghubungkan dirinya dengan setan dan jin jahat yang satu dengan yang lain. 

Ada beberapa jalan masuk setan yang sangat berbahaya. Jika jalan itu terbuka, maka jin dan setan dapat menguasai diri manusia.




1. Beberapa Jalan / Langkah Setan Menjerumuskan Manusia


1. Godaan (al-nazgh)


Yakni was-was yang berbahaya, yang kadang-kadang mengantarkan seseorang pada keraguan dan kerusakan akidah. Oleh karena itu, Allah Swt berfirman sebagai berikut:


وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَـٰنِ نَزۡغٌ۬ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 


“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-A’raf [7]: 200).


2. Bisikan Setan (al-hamaz)


Yakni penguasaan setan atas diri manusia dengan membuatnya tidak sadar. Rasulullah Saw selalu memohon perlindungan kepada Allah Swt dari godaan seperti ini.

Beliau menjelaskan makna “godaan setan” tersebut dengan “sesuatu yang mematikan yang dapat menimpa anak Adam”. Yakni kondisi kesurupan saat jin masuk ke dalam diri seseorang. Terhadap bahaya ini, Allah Swt memperingatkan dengan firman-Nya berikut:


وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَٲتِ ٱلشَّيَـٰطِينِ - وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ 


“Katakanlah, ‘Ya tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada-Mu, wahai tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku,’” (QS Al-Mukminun [23]: 97-98).


3. Tiupan (al-nafkh)


Yakni takabur dan pongah serta menyombongkan diri terhadap makhluk-makhluk Allah Swt lainnya. Ini merupakan pintu yang sangat mudah dimasuki setan-setan kuat.

Nabi Saw, sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah, selalu memohon perlindungan kepada Allah Swt dari hal itu. Ummu Salamah mengatakan, “Apabila Rasulullah Saw bangun malam, beliau selalu berdo’a:


أَعُوذُ بِاَللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ، مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ 

‘Ya Allah Swt, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan yang terkutuk: dari bisikan, hembusan, dan tupannya.’”

Dalam riwayat lain, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan bisikan, hembusan, dan tiupan setan itu?” Nabi Saw menjawab. “Yang dimaksud dengan bisikan adalah sesuatu yang mematikan yang bisa menimpa seseorang, tiupan setan itu takabur, dan hembusannya adalah syair.”


4. Hembusan (al-nafts)


Yaitu syair yang buruk, atau ucapan-ucapan yang kotor yang biasa digunakan sastrawan untuk membangkitkan naluri dan bukan emosi (keindahan). Dengan syair-syair tersebut, mereka mengobarkan birahi dan bukan menonjolkan keindahan isi syair.


5. Kehadiran Jin atau Setan (al-hudhur)


Yaitu hadirnya setan-setan dirumah-rumah yang dapat menghilangkan berkah dan menyebabkan malaikat enggan untuk datang. Lazimnya, hal ini tidak terjadi kecuali dengan adanya perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan syariat Allah Swt, misalnya menggantungkan gambar-gambar makhluk hidup, meletakkan patung-patung, memelihara anjing, minum khamar, dan hal-hal yang sejenis yang lazimnya dilakukan di bawah selubung modernisasi.


6. Sentuhan Setan (al-mass)


Yaitu bisikan setan yang sampai pada tingkat berbahaya. Lazimnya, setan berusaha untuk menguasai diri seseorang dengan amat buruk. Misalnya, jin mengeram dalam rahim wanita dan menyetubuhinya, atau dia mengeram dalam perut atau dada laki-laki. Mengenai hal ini, Allah Swt mengungkapkan dalam firman-Nya sebagai berikut:


ٱلَّذِينَ يَأۡڪُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّ‌ۚ


“Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang-orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS Al-Baqarah [2]: 275).



Menurut Hadits shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang paling hebat siksanya di hari Kiamat adalah orang-orrang yang menggambar gambar-gambar (seperti ini)" [1]. Yakni gambar dan patung makhluk-makhluk bernyawa. 


Nabi juga mengatakan, "Malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang di situ terdapat patung (gambar-gambar). [2].


Sekali waktu Jibril a.s. tidak mau masuk rumah Nabi saw. karena adanya patung kecil di rumah beliau, yang aku tidak tahu siapa yang meletakannya di depan pintu rumah beliau. Hari berikutnya, Jibril tetap tidak mau masuk ke dalam rumah Nabi saw., seraya berkata, "Mintalah seseorang untuk memotong kepalanya, sehingga bentuknya menjadi seperti tunggul pohon." [3].



2. Mengenai Foto Dan Mainan Anak-anak


Menurut jin Muslim nara sumber, "Sama saja. Ia menarik setan untuk datang. Karena itu, jangan engkau tempelkan di dinding dan jangan pula engkau letakkan secara terbuka. Kalau ia merupakan gambar di majalah atau buku, maka balikkanlah, sehingga gambarnya tidak terlihat. Sampaikan kepada kaum Muslimin bahwa foto hanya boleh dilakukan untuk keperluan darurat semata, dan setelah itu balikkanlah, atau tutupi bagian atasnya. Yang penting jangan sampai terlihat. Ia betul-betul magnet dalam arti sesungguhnya. Bahkan setan itu mengendus-endusnya sebagaimana kalian mengisap suatu aroma harum. Setan-setan itu bisa melihatnya dari kejauhan, sebab patung-patung tersebut memiliki pantulan cahaya atau uap yang tidak bisa kalian lihat dengan mata manusia kalian. Setan-setan itu menangkapnya sebagaimana seseorang mencium aroma makanan yang sangat lezat. [4].


'Aisyah berkata , "Aku bermain-main dengan boneka di samping Rasulullah saw., dan saat itu ada beberapa kawan yang menemuiku, Mereka takut kepada Rasulullah saw. dan bersembunyi. Padahal Rasulullah saw. sangat senang bila mereka menemaniku dan bermain denganku." [5].

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa sekali waktu Nabi saw. bertanya : 'Aisyah, "Apa ini?"

"Ini anak-anakku" jawabnya.

"Kalau yang di tengah-tengah ini apa?" tanya Nabi lebih lanjut.

"Kuda" Jawab 'Aisyah.

"Lalu apa yand di tengah-tengahnya? tanya Nabi lagi.

"Juga kuda" Jawab 'Aisyah.

"Lha yang di atas punggungnya ?"

"Kedua sayapnya" jawabnya.

"Kok kuda punya sayap?" tanya Nabi pula.

"Tidakkah anda pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman putera Daud mempunyai kuda bersayap?" 

Mendengar jawaban isterinya itu, Rasulullah saw. tertawa, sampai-sampai terlihat kedua gigi taringnya.[6].

Tentang mainan anak-anak tidaklah menarik setan. Sebabnya aku tidak tahu. Tapi 'Aisyah r.a. pernah bermain-main dengan mainan seperti itu, dan Nabi Muhammad saw. tidak melarangnya [5 dan 6]. Agaknya daya tarik yang menyebabkan setan-setan berdatangan bisa padam oleh kehendak dan kekuasaan Allah Ta'ala. Allaahu a'lam.


Semoga kita bisa terhindar dari godaannya, amin.


ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ 

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.

Sumber:

http://www.jadipintar.com/2013/05/al-quran-online-bisa-copy-paste.html

www.islampos.com


Buku DIalog dengan jin Muslim hal. 72-76, Muhammad Isa Daud, Penerbit: Pustaka Hidayah.





Keterangan: 


Tulisan dengan warna huruf kuning adalah pengakuan dari jin Muslim; untuk membedakannya dengan keterangan dari Al-qur'an, Sunnah atau penjelasan ulama dan yang lain-lain. Harapannya agar pengakuan itu diteliti dan ditimbang-timbang tingkat kebenarannya.

***

[1]. Ini adalah hadits shahih dan disepakati keshaihannya oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan, "Yakni orang-orang yang sombong terhadap makhluk Allah."

[2]. Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.

[3]. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud,, an-Nasa'i, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya, dengan redaksi: Dari Nabi saw., katanya, "Jibril datang menemuiku, lalu dia berkata kepadaku, 'Aku datang menemuimu pagi ini, dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi kedatanganku kecuali karena di depan pintu rumah ini ada patung. Di rumah ini ada tabir yang bergambar patungnya, dan di rumah ini juga ada anjingnya. Karenanya perintahkan seseorang untuk memotong kepala patung itu, sehingga menjadi seperti batang pohon, dan potong pulalah tabir itu sehingga menjadi dua alas tidur, dan perintahkan seseorang untuk mengeluarkan anjing itu."

[4]. Terbukti secara ilmiah bahwa setiap tubuh mempunyai radiasi khusus yang ditentukan oleh bentuk fisik dan atom-atom secara material berhubungan dengannya, dan tidak secara behavior (Lihat Dr.Ali 'Abd. Jalil Radhi, I'rif Ruuhaka hal. 120}.

[5]. H.R. Bukhari - Muslim.

[6]. H.R. Abu Daud, Nasa'i, Tirmidzi dan Ibnu Hibban.

Posting Komentar untuk "Jalan dan Cara Setan Masuk Menggoda Manusia Dan Kondisi Yang Mengundangnya"