Konsep Tarbiyah (Pendidikan) Ramadhan Bagian 1

shares

Al-Ishlah │ Ramadhan adalah salah satu bulan yang paling terkenal di dalam Islam. Pada bulan ini Allah telah turunkan al Qur'an ke bumi. Pada bulan ini ummat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa (shaum). Pada bulan ini juga terdapat suatu malam yang kadar nilainya lebih baik dari seribu bulan sehingga barang siapa yang beribadah, berdo'a dan memohon ampunan niscaya Allah akan kabulkan. Bagi ummat Islam, bulan ini mendapatkan banyak julukan yang diantaranya adalah bulan rahmat, bulan ampunan dan bulan tarbiyah atau bulan pendidikan.

Pada bagian ini kita akan mencoba untuk membahas konsep Ramadhan sebagai bulan tarbiyah atau bulan pendidikan dan pelatihan bagi umat Islam. Meminjam konsep atau istilah pendidikan modern bahwa konsep sistem pendidikan terdiri dari input, proses dan output. Sebuah sistem pendidikan dapat diukur dengan melihat output yang dihasilkan oleh sistem itu. input pendidikan adalah calon peserta didik yang akan digodok, digembleng atau dibentuk dalam sebuah sistem. 

Jika inputnya bagus, maka peluang untuk menghasilkan output yang bagus semakin besar. Sebaliknya jika inputnya jelek maka peluang untuk mendapatkan hasil atau output yang berkualitas tentu tidak semudah yang pertama. Artinya apa? Usaha yang dilakukan untuk mengubah input yang jelek supaya menjadi berkualitas atau bagus harus lebih besar dibandingkan usaha untuk membentuk input yang sudah bagus. Apakah kalau input sudah bagus outputnya akan bagus? belum tentu. Kenapa? ya pendidikan tidak bisa disamakan dengan sebuah mesin yang hanya mengolah benda - benda mati yang tidak punya kehendak. Dalam proses pengolahan mesin pendidikan input pendidikan ( dalam hal ini manusia) yang bersifat hidup dan dinamis akan mengalami banyak hal. Tentunya kita membutuhkan sebuah mesin pemroses yang bisa menjaga sifat dinamis ini tetap baik dan bertambah baik.

Dalam sistem pendidikan proses juga sangat menentukan dan bahkan mungkin ini lebih dominan dalam dalam rangka mencetak lulusan atau output yang bekualitas. Jika proses yang dibangun sempurna atau berkualitas maka input yang baik akan menjadi lebih baik, dan input yang jelek akan menjadi baik. Tentunya dalam hal ini faktor lingkungan juga memberikan pengaruh yang signifikan dalam menunjang proses pendidikan. Jika proses yang dijalankan berkualitas ditambah dengan efek atau pengaruh atau dukungan yang baik dari lingkungan, tentu hasil atau output yang diharapkan akan sangat mungkin untuk didapatkan. Sebaliknya jika proses tidak berkualitas, lingkungan (environtment) juga tidak mendukung maka output yang baik barangkali hanya akan menjadi impian.
Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas bahwa tujuan dari sistem pendidikan ini adalah menghasilkan output yang berkualitas baik secara kognitif, afektif dan psikomotornya. Jika output yang dihasilkan tidak baik, maka besar kemungkinan proses, input dan lingkungan ada masalah. Jika outputnya baik, kita yakin proses, lingkungan dan bahkan input memang sudah baik. Jadi biasa kalau output dijadikan orang sebagai acuan untuk menilai keberhasilan sebuah sistem pendidikan.

Mari Kita Kembali ke pokok pembahasan bulan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah bagi umat Islam. Bagi yang hidup sudah puluhan tahun, tentunya sudah mengalami berkali-kali pendidikan dalam bulan ramadhan. Saya yakin yang membaca ini merupakan orang yang sudah mengalami pendidikan dan tarbiyah di bulan ramadhan. Jika kita sebagai salah seorang peserta tarbiyah itu pasti sudah tidak asing lagi dengan bunyi firman Allah pada surat al Baqarah ayat 183 berikut.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa (di bulan Ramadhan), sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar (mudah-mudahan) kalian bertakwah"
Jika ayat di atas kita penggal bagian demi bagian maka kita akan mendapatkan konsep yang sama dengan konsep pendidikan modern sebagai berikut.
  1. Orang-orang yang beriman: Bagian ini merupakan input yang akan dimasukkan ke dalam sistem pendidikan atau tarbiyah Ramadhan.
  2. Puasa (di bulan Ramadhan) : Bagian ini merupakan proses atau sistem yang akan mengolah input (orang-orang beriman) untuk digembleng, digodok selama sebulan penuh untuk mengikuti pelatihan, pendidikan.
  3. Takwa : Bagian ini merupakan output atau hasil yang ingin dicapai oleh tarbiyah Ramadhan yang dilakukan selama sebulan.
Jika kita simpulkan ayat di atas seolah-olah Allah hendak mengatakan kepada kita bahwa orang beriman harus berpuasa supaya mendapatkan derajat takwa. Pertanyaanya apakah kita sudah bertakwa setelah melakukan puasa sebulan dan terjadi setiap tahun? Kalau belum tentu kita akan bertanya lagi apakah input kita ketika masuk ke bulan ramadhan masih input yang belum beriman? Atau apakah ketika kita sudah beriman tidak sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan dan pendidikan Ramadhan? 

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas tentu kita akan bertanya lagi (walaupun kita tidak perlu mempertanyakan keputusan Allah) kenapa hanya orang beriman yang diseruh oleh Allah untuk menjalankan ibadah puasa? Kenapa harus berpuasa yang harus dilakukan untuk mendapatkan derajat takwa? Dan kenapa pula orang-orang beriman itu dituntut Allah supaya bertakwa? Tentu pertanyaan pertanyaan ini patut kita renungkan dan akan kita bahas dalam bagian selanjutnya.

Related Posts

0 komentar: