Definisi al Qur’an atau Ta’riful Qur’an

shares

Al-Ishlah │ Alqur’an merupakan kitab suci ummat Islam yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada ummatnya sebagai petunjuk dalam mengarungi kehidupan ini. Sebagai kitab suci tentunya al Qur’an harus mampu menjelaskan jati dirinya kepada pembacanya agar yang membaca atau mendengar bisa memahami  bahwa kitab itu adalah benar-benar kitab yang diturunkan Allah bukan perkataan manusia dan jin. Pada banyak ayat al Qur’an dijelaskan apa sesungguhnya al Qur’an itu dan dari siapa datangnya dan untuk apa ia diturunkan. Berikut ini merupakan penjelasan singkat tentang definisi al Qur’an.

1.         Firman Allah swt (kalamullah)
Al Qur’an bukan merupakan ucapan atau karya Nabi Muhammad saw, malaikat atau makhluk apapun melainkan firman Allah yang berupa  wahyu. Ini menunjukkan bahwa ia sempurna, bebas dari kekurangan dan mutlak kebenarannya.
Dalil
·         Qur’an surat 53 ayat 4 : Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
·         Qur’an surat 15 ayat 9 : “Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya
Kalau kita baca sejarah, kita akan mendapatkan bahwa para penyair terkenal di arab kala itu mengakui akan keindahan dan keagungan al Qur’an ini, dan mereka juga mengakui bahwa al Qur’an bukan lah syair, puisi atau sihir melainkan kata kata Allah (kalamullah) yang harus dijadikan petunjuk hidup oleh segenap manusia bukan saja ummat Islam. Dan sampai saat ini benar-benar al Qur’an masih terjaga keasliannya (janji Allah), tidak hanya tulisan, bahkan cara membacanyapun ada aturan mainnya (tajdwidnya)
2.         Mukjizat (al mu’jiz)
Mukjizat merupakan perkara luar biasa yang diberikan Allah swt kepada para Nabi sebagai bukti pendukung atas kenabian mereka.  Al Qur’an merupakan  mukjizat tersebesar Nabi Muhammad saw yang keistimewaannya akan selalu ada sampai akhir zaman.
Dalil
·         Qur’an surat  2 ayat 23 : “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan dengan al Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar “.
·         Qur’an surat  11 ayat 14 : “Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?“
·         Qur’an surat  17 ayat 88 : “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan  al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan  dapat membuat yang serupa dengna dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain“
Sampai saat ini belum ada orang yang menerima tantangan itu sekalipun beliau seorang ilmuan, profesor dan lain sebagainya, padahal mereka sudah banyak mengeluarkan berbagai teori dan karya tulis ilmiah tentang alam semesta ini tetapi tak satupun yang sanggup mengeluarkan kitab untuk petunjuk hidup manusia. Cobalah bandingkan dengan Nabi Muhammad yang tidak bisa baca tulis dan bukan lulusan dari universitas manapun di dunia. Mungkinkah dia yang membuatnya? Beliau dan al Qur’an sudah menjelaskannya dengan sejelas-jelasnya bahwa al Qur’an itu adalah kalamullah.
3.         Ia diturunkan ke dalam hati Muhammad saw (al munazzalu ‘ala qalbi Muhammad)
Wahyu alqur’an diturunkan ke hati nabi saw, tidak sekedar diperdengarkan atau dilafalkan oleh Jibril lalu diikuti dan dihafalkan beliau. Artinya, berangkat dari hati itulah al Qur’an menjelmakan syari’at Allah dalam lisan, panca indra dan seluruh angota badan hingga mampu menggerakkan seluruh sendi kehidupan.
Dalil
·         Qur’an surat 26 ayat 192 sampai 195 : ”Dan sesunguhnya al Qur’an ini benar-benar diturunkan dari Tuhan semesta alam.  Dia dibawa turun oleh ar Ruh al Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas“
4.         Ia diriwayatkan kepada kita secara mutawatir (al manqulu ilaina bittawatur)
Dalam ilmu hadist kita mengenal istilah mutawatir. Mutawatir adalah periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan vliditasnya yakni  riwayat yang disampaikan oleh tiga orang atua lebih yang memiliki kualifikasi terbaik sebagai orang yang adil, sempurna hafalannya dan tidak mungkin sepakat berbohong. Seluruh ayat-ayat alQur’an disampaikan kepada kita secara mutawatir atau periwayatan yang demikian. Dan bahkan sampai saat ini kemutawatiran itu sangat terjaga, paran penghafal al Qur’an bertebaran di muka bumi ini dengan sanad yang sangat jelas sampai ke pada Rasulullah saw.
5.         Membacanya adalah ibadah (almuta’abbadu bitilawatih)
Karena alQur’an merupakan kalamullah, maka membacanyapun merupakan ibadah yang berpahala besar yang dihitung satu huruf dibalas dengan sepuluh kebaikan bahkan lebih.
Dalil
·         Alqur’an surat 35 ayat 29 sampai 30 : “Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dair karunia-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha mensyukuri“

Kesimpulannya adalah al Qur’an merupakan kalamullah (perkataan Allah) yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat terbesar beliau dan disampaikan kepada umat Islam secara mutawatir sehingga tak terbantahkan dan membacanya dinilai ibadah di sisi Allah swt.

Related Posts

0 komentar: