Tahapan Berinteraksi Dengan Syahadatain

|

Al-Ishlah │ Berinteraksi dengan dua kalimat syahadat (syahadatain), melalui tahapan-tahapan berikut:

Pertama: dengan cinta (al mahabbah)

Karena prinsip Islam adalah membawa kedamaian, maka memasukinya pun dengan damai dan pendekatan cinta. Seseorang bersyahadat karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya bukan karena keterpaksaan hati apalagi kekerasan fisik. Di dalam al Qur'an surat al Baqarah ayat 165 Allah berfirman: "Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesali)". [QS.2:165] dan pada surat al Anfal ayat 2 Allah juga berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal" [QS.8:2]


Kedua: ridha

Berdasarkan cinta itu akan lahirlah keridhaan atau kerelaan (ar ridha) untuk menerima Allah sebagai Tuhannya (billahi rabban)[QS.76:30; 2:207; 60:1; 98:8; 9:100], ridha Islam sebagai aturan hidupnya (bil islami dinan). Allah berfirman dalam surat al Maidah ayat 3 : "Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah, daging babi dan hewan yang disembeli bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nazib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku. Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah aku ridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barngsiapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang" [QS.5:3] dan pada surat Ali Imran ayat 19 Allah berfirman: "Sesungguhnya Agama di sisi Allah adala Islam.Tidaklah berselisih orang-orang yang diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya" [QS. 3:19], dan ridha dengan Muhammad sebagai nabi dan rasul junjungannya (bimuhammadin nabiyan wa rasulan) [QS.9:59; 9:128-129; 4:65; 33:21]


Ketiga: Celupan Allah (shibghatullah) [QS.2:138; 6:82; 47:19; 20:14; 9:128; 18:110; 3:19, 85]

Dengan kecintaan dan keridhaan itu, seseorang akan mampu mewarnai (mencelupi) dirinya dengan celupan Allah (shibghatullah):

Mulai dari hatinya (qalban) sehingga keyakinan (i'tiqadan) dan niat (niyatan) nya lurus [QS.26:89; 23:35; 3:84; 2:136; 4:136]
Akalnya (aqlan) sehingga pemikiran (fikratan) dan konsepnya (minhajan) Islami [QS.3:190-191; 50:37; 67:10; 9:120]
Jasadnya (jasadan) sehingga perbuatannya (amalan) serta penerapan kehidupannya (tanfidzan) mencerminkan Islam yang kaffah atau menyeluruh. [QS.2:247; 28:26]

Related Posts

0 komentar: