Penghalang Mengenal Allah

shares

Al-Ishlah │ Sudah menjadi sunnatullah, bahwa setiap hamba akan menghadapi godaan-godaan kesendangan, kelezatan, kedudukan, pakaian, wanita, harta, anak dan lain sebagainya. Dalam upaya mengenal Allah godaan-godaan itu menjadi penghalang yang sangat berpengaruh. Penghalang ma'rifatullah itu bersumber dari dua hal, yaitu penyakit syahwah (hawa nafsu dan kesenangan) dan penyakit syubhah (keraguan). Penyakit syahwat bisa berupa kefasikan, kesombongan, kezhaliman, dusta dan banyak bermaksiat. Penyakit-penyakit ini akan mengundang kemurkaan Allah swt dan menggelapkan hati sehingga sulit untuk mengenal Allah lebih dekat. 

Solusinya adalah setiap mukmin harus segera bangkit, bertaubat dengan kesungguhan untuk mengembalikan jati dirinya jauh dari penyakit hati. Penyakit syubhat akan mengarahkan seseorang pada kesesatan yang sama sekali jauh dari petunjuk Allah swt. Maka obat dari semua itu  adalah mengasa hati dengan ilmu yang menunjuki ke jalan kebenaran sehingga Allah akan menerangi hati yang gersang dan gelap tersebut. 

Berikut ini beberapa hal yang menghalangi seseorang dari mengenal Allah, di antaranya :

1.    Al Kubru (sombong)
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, ”Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat tuhan kita ?” Sesungguhnya mereka menyombongkan  diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. (Al Furqan, 25: 21).

2.    Azh Zhulmu (zalim)
Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim. (Al Anbiya, 21: 29).

3.    Al Kadzibu (dusta)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syrik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), “Kami tidak mnyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS. Az Zumar,39: 3).

4.    Al Fusuqu (fasik)
Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, mengapa kalian menyakitiku padahal kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah untuk kalian”. Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah palingkan hati mereka dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. Ash Shaf, 61: 5).

5.    Al Kufru (ingkar)
Wahai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka , “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman…(QS. Al Maidah, 5: 41).

6.    Al Fasadu (fasad)
Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Ali Imran, 3: 62-63).

7.    Al Ghaflah (lengah)
Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dai jin dan manusia, mereka mempunyai hati tapi tak digunakan untuk memahami, mempunyai mata tapi tak digunakan untuk melihat, dan mempunyai telinga tapi tak digunakan untuk mendengar. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf, 7: 179).

8.    Katsratul Ma’ashi (banyak berbuat durhaka)
Dan ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alibi yang benar. Demikian itu karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. (QS. Al Baqarah, 2: 61).

9.    Al Irtiyab (ragu-ragu)

Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu, dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh. Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam. (QS. Saba’, 34: 53-54).

Related Posts

0 komentar: