Potensi Manusia atau thooqotul insaan

shares

طاقة الإنسان 

Al-Ishlah │ Setelah kita memahami tentang Hakekat manusia (haqiqatul insaan), maka sekarang kita akan membahas materi tentang potensi yang dimiliki oleh manusia (thooqatul insaan). Manusia sebagai makhluk yang dimuliakan,  memiliki potensi diri yang sangat besar dan luar biasa. [ QS. 67:23, 32:9, 16:78, 7:179, 22:46]. Potensi itu terletak pada pendengaran (as-sam'u), penglihatan (al-basharu) dan hatinya (al-fu-adu). Dengan ketiga potensi itu manusia dapat melakukan hal-hal besar yang tidak dapat dilakukan oleh makhluk lain baik yang tampak maupun yang tidak (ghaib). Potensi-potensi besar itu adalah amanah yang harus ia jaga dengan penuh tanggung jawab (al-mas'uliyah).[QS. 2:21, 51:56].
Jika manusia bertanggung jawab penuh terhadap potensinya, berarti ia amanah (al amanah) [QS. 33:72, 24:55, 48:29]. Dengan amanah itulah ia mampu memerankan tugas khilafah di bumi. Maka sebagai khilafah ia harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
  1. Tidak memiliki kekuasaan hakiki ('adamu haqiqatil mulkiyah): Karena pemilik dan penguasa yang hakiki adalah Allah Sang Pencipta alam semesta. Manusia hanya mendapat amanah dari Allah SWT. [Qs. 35:13, 40:53]
  2. Bertindak sesuai kehendak yang mewakilkan atau pemberi amanah (at tasharrufu hasba iradatil mustakhlif) : Sebagai khalifah (wakil) Allah di bumi, maka ia harus bertindak sesuai kehendak pihak yang mewakilkan kepadanya yaitu Allah. [QS. 76:30, 28:68]
  3. Tidak melampaui batas ('adamul ta'addil hudud) : Dalam menjalankan tugasnya, manusia tidak boleh melanggar batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam syari'at Nya. [QS. 100: 6 - 11]
Adapun jika manusia tidak bertanggung jawab terhadap potensi yang diberikan pada dirinya, berarti ia telah berkhianat (al khiayana), berkhianat kepada sang pemberi potensi. Pengkhiatan tersebut pada dasarnya sama artinya dengan mencampakkan diri ke dalam kehinaan yang digambarkan Al Qur'an sampai pada titik nadir yang sangat rendah sejajar dengan hewan atau benda mati, bahkan lebih hina dari itu:
  1. Seperti hewan ternak (kal an'am) [QS. 7:179, 25:43 - 44]
  2. Seperti anjing (kal kalb ) [ QS. 7:176]
  3. Seperti kera (kal qird ) [QS. 5:60]
  4. Seperti kayu (kal khasyab) [QS. 63:4]
  5. Seperti babi (kal khinzhir ) [QS. 5:60]
  6. Seperti batu (kal hijarah [QS. 2:74]
  7. Seperti laba - laba (kal ankabut) [QS. 29:41]
  8. Seperti keledai (kal himar ) [QS.62:5]

Related Posts

0 komentar: