Hasil Ibadah Atau Nata'ijul-ibadah

|

نتائج العبادة 

Al-Ishlah │ Tujuan ibadah adalah agar manusia bertakwah kepada Allah swt. [QS. 2:21 dan 183]. Takwa adalah derajat iman yang tertinggi, dimana seseorang menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Ibadah akan efektif membentuk pribadi takwa jika ibadah itu benar dan bersih ('ibadatus salimah) [QS. 4:136] yang dilakukan dengan syarat tertentu:
  1. Iman (al iman). Tanpa iman, suatu amal menjadi kosong tak berguna dan tak menghasilkan apa-apa kecuali kesia-siaan.[QS. 4.136]
  2. Islam (al islam). Iman lebih banyak menyangkut urusan hati, sedangkan Islam mengatur implementasi iman itu. Maka ibadah yang benar haruslah sesuai dengan kaidah Islam. [QS. 2:112].
  3. Ihsan (al ihsan). Ihsan adalah keyakinan hati saat ibadah kepada Allah seolah-olah kita melihat Allah, atau setidak-tidaknya yakin bahwa Allah melihat kita.[QS. 16:97]
  4. Ketundukan (al ikhbat). Hati yang mengakui kebesaran Allah dan keagungan ayat-ayat Nya.[QS. 9:112]
  5. Tawakkal (at tawakkul). Tawakkal adalah menyerakan urusan dan ibadahnya hanya kepada Allah [QS.3:159]
  6. Cinta (al mahabbah). Ibadah adalah penghambaan yang wajib menyertakan rasa cinta kepada Allah sebagai wujud pengakuan keagungan dan kemahasegalaan Allah [QS.2:165]
  7. Harpan (ar roja'). Harapan adalah ketergantungan yang sangat agar Allah sudi menerima segala amal ibadahnya.[QS.2:218, 18:110]
  8. Takut (al khauf). Takut adalha perasaan khawatir dari segala ancaman siksa Allah dan juga dari ditolaknya ibadah.[QS.76:7]
  9. Taubat (at taubah). Memohon ampun kepada Allah (taubah dan istighfar) dari segala salah dan dosa, dengan begitu akan memudahkan ibadahnya diterima Allah.[QS.9:112]
  10. Do'a (ad du'a). Permohonan resmi kepada Allah swt agar ibadahnya diterima dan dijauhkan dari kerugian dunia dan akhirat.[QS.25:77, 2:200-201]
  11. Khusyu' (al khusyu'). Khusyu' adalah kondisi hati yang tenang dan penuh konsentrasi di saat beribadah kepada Allah swt. [QS.2:45-46]

      Related Posts

      0 komentar: