Merasa Aman dari Siksa Allah dan Putus Asa dari RahmatNya

|

Al-Ishlah │ ONE DAY ONE HADIST Selasa, 10 Oktober 2017 /10 Muharram 1439



Merasa Aman dari Siksa Allah dan Putus Asa dari RahmatNya

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ؟ قَالَ «الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَالْيَأْسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ، وَالْقُنُوطُ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ»

“Dari Ibnu Ibnu Abbas rodhiallohu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallama ketika ditanya tentang dosa- dosa besar beliau menjawab: bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allah, merasa aman dari murka Allah dan merasa putus asa dan putus harapan dari  rahmat Allah 'Azza wa Jalla." (Hadits hasan, Hr Al-Bazzar dan Ibnu Abi Hatim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1- Pintu taubat masih terbuka. Dosa teramat banyak … Bahkan dosa tersebut terus berulang. Dan ingin bertaubat.
2- Tidak perlu berputus asa. Jika benar ingin bertaubat dan kembali jadi baik, pintu taubat begitu terbuka.
3- Orang yang terjerumus dalam maksiat, baik dalam dosa kekafiran dan dosa lainnya untuk bertaubat dan kembali pada Allah. Allah memberikan kabar gembira bahwa Allah mengampuni setiap dosa bagi siapa saja yang bertaubat dan kembali pada-Nya. 
4- Walaupun dosa tersebut amat banyak, meski bagai buih di lautan (yang tak mungkin terhitung). 
5- Sedangkan Allah menerangkan bahwa Allah tidaklah mengampuni dosa syirik, itu maksudnya adalah bagi yang tidak mau bertaubat dan dibawa mati. Artinya jika orang yang berbuat syirik bertaubat, maka ia pun diampuni. 
6-  Hadits ini menunjukkan bahwa berputus asa dari rahmat dan luasnya ampunan Allah termasuk dosa besar.
7- Juga ancaman keras bagi mereka yang merasa aman dari siksa Allah.
8- Adapun orang yang merasa aman dari siksa Allah, juga karena dua sebab yang merusakkan yaitu:
a- Karena selalu berpaling dari dien lalai mengenal Robnya dan hak-hakNya dan meremehkan. Dia selalu menentang dan meremehkan kewajiban-kewajibanNya. Dia bersungguh-sungguh dalam hal yang diharamkan sehingga hilang rasa takutnya kepada Allah bahkan sampai  hilang imannya karena iman itu mengandung rasa takut kepadaNya dan azabNya baik didunia maupun diakhirat.
b- Seorang ahli ibadah, yang bangga dengan dirinya sendiri sedang ia tertipu oleh amalnya. Selalu menghitung amalan-amalan kebaikan sementara ia tidak takut kalau-kalau amalannya rusak dan hilang. 
9- Oleh karena itu seorang mukmin yang berusaha untuk menjadi muwahid akan selalu ada pada dirinya khouf dan roja untuk menggapai cinta Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Orang yang merasa aman dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala termasuk orang-orang yang rugi

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
[Surat Al-A'raf 99]

2- Orang yang putus-asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala termasuk sifat-sifat orang-orang kafir.

ِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرونُ

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".
[Surat Yusuf 87]

3- Tidak perlu berputus asa. Jika benar
ingin bertaubat dan kembali jadi baik, pintu taubat begitu terbuka.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ () وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ ()


“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54)

Baca artikel tentang Al-Qur'an Hadits


Baca juga Artikel Selanjutnya

Related Posts

0 komentar: