AL-QUR'AN TIDAK BUTUH KITA, TETAPI KITALAH YANG BUTUH TERHADAP AL-QUR'AN

|

TAUJIH ::: QUR'ANI

==============



‎ بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 


Al-Ishlah │ AL-QUR'AN TIDAK BUTUH KITA, TETAPI KITALAH YANG BUTUH TERHADAP AL-QUR'AN


 Allah ‎ﷻ berfirman :

‎ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 

‎وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَـكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًا   

"Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,"
(QS. Al-Isra': 86)

¤ > AL-QUR'AN diturunkan sebagai rahmat dan karunia dari Allah ‎ﷻ untuk manusia.

¤ > Allah ‎ﷻ tidak butuh tilawah, tahfidz, dan juga amaliyah Qur'ani yang dilakukan oleh manusia. 
Buktinya, jika saja Allah ‎ﷻ mau, maka AL-QUR'AN yang ada ini akan diangkat oleh-Nya. Dengan demikian manusialah yang rugi besar.

¤ > Oleh karena itu, jika saja jiwa ini enggan bersama AL-QUR'AN, maka kita harus waspada, jangan-jangan AL-QUR'AN yang enggan mendekat terhadap diri kita. 

Firman Allah ‎ﷻ berfirman :

‎يُّـؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَ    

"...dipalingkan darinya (Al-Qur'an dan Rasul) orang yang dipalingkan."
(QS. Adz-Dzariyat : 9)

Penggalan ayat di atas dapat ditadabburi bahwa seseorang bisa saja dijauhkan atau dipalingkan dari AL-QUR'AN.
Siapakah yang layak dipalingkan dari AL-QUR'AN? 

Yakni :
* Mereka yang menolak untuk beriman kepada AL-QUR'AN, 
* Mereka yang tidak mau mempelajari AL-QUR'AN, 
* Mereka yang tidak mau tunduk pada hukum-hukum yang ditetapkan oleh AL-QUR'AN,
* Mereka yang enggan mengamalkan isi AL-QUR'AN. 
* Bahkan juga termasuk di dalamnya adalah mereka yang tidak tertarik atau malas untuk membacanya (tilawah). 


Satu hal mendasar yang perlu kita renungkan adalah:

Bahwa Allah ‎ﷻ sama sekali tidak membutuhkan segala bentuk ibadah manusia, termasuk ibadah yang terkait dengan AL-QUR'AN. Bahkan ketaatan manusia dalam melaksanakan isi AL-QUR'AN pun Allah ‎ﷻ tidak membutuhkannya. Hal ini tentu harus menyadarkan kita bahwa diri kitalah yang sejatinya membutuhkan AL-QUR'AN, jiwa kita yang butuh untuk mencintai AL-QUR'AN dan juga mengamalkannya. Karena itu apa pun yang terkait dengan AL-QUR'AN seharusnya menjadi hal yang harus kita utamakan di atas yang lain.


Mari kita buktikan materi renungan di atas dari firman-firman Allah ‎ﷻ berikut ini :

Pertama
Bukti bahwa Allah tidak membutuhkan jihad kita. 

‎وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِيٌّ عَنِ  الْعٰلَمِيْنَ

"Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Al-'Ankabut : 6)

Jadi harus dipahami bahwa ketika manusia melakukan jihad, maka sesungguhnya yang diuntungkan adalah manusia itu sendiri. Ketundukkan manusia ataupun keengganannya dalam melaksanakan jihad yang diserukan oleh AL-QUR'AN sama sekali tidak mempengaruhi kemuliaan Allah ‎ﷻ , karena Dia maha Kaya dan tidak membutuhkan amal jihad tersebut. 

Kedua
Allah ‎ﷻ tidak butuh gerakan dakwah kita. 

‎اِلَّا تَـنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ 
"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka Allah-lah yang menolongnya..."
(QS. At-Taubah : 40)

Dan juga firman :

‎ " ...... ۛ  وَلَوْ يَشَآءُ اللّٰهُ لَانْـتَصَرَ مِنْهُمْ  ..."
"... Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, ..."
(QS. Muhammad : 4)

Kedua nukilan firman Allah ‎ﷻ di atas menunjukkan betapa Allah ‎ﷻ sangat mampu menolong sendiri agama-Nya. 


Ketiga
Allah tidak butuh infaq kita. Karena Allah Maha kaya untuk membiayai dakwah ini. 

‎هُمُ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُوا۟ عَلَىٰ مَنْ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّوا۟ ۗ وَلِلَّهِ خَزَآئِنُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ ﴿٧﴾

"Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami."
(Q.S.Al-Munafiqun (63): 7)


Keempat
Allah tidak butuh ibadah Haji atau ibadah-ibadah kita yang lain, apapun itu bentuknya.  

‎فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٩٧﴾

"Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."
(QS.Ali Imran : 97)

Ayat di atas ditutup dengan penegasan Allah bahwa diri-Nya sungguh Maha Kaya sehingga ibadah maupun keingkaran manusia terhadap perintah-Nya tidak akan mengurangi Kemuliaan-Nya.

Kelima
Rasulullah ﷺ pun tidak butuh Sholawat kita. Karena Allah sudah senantiasa bersholawat kepda Beliau ﷺ. 

Hal ini dibuktikan oleh firman Allah ta'ala berikut :

‎إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا ﴿٥٦﴾

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
(QS.Al-Ahzab :56)


Keenam
Allah ‎ﷻ juga tidak butuh daging Qurban kita, jika pelaksanaan ritual tersebut tidak mampu memberi dampak ketaqwaan kepada Allah. Hal ini kembali menunjukkan bahwa untuk ibadah Qurban yang kita lakukan sesungguhnya kebaikannya akan kembali kepada diri kita sendiri. 

Adapun seseorang yang ber-qurban dengan menyertakan jiwa taqwa kepada Allah ‎ﷻ maka Allah pun akan memberi balasan yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya.

Jadi sesungguhnya kebaikan (fadhilah) pelaksanaan ibadah Qurban untuk siapa? Tentu untuk manusia itu sendiri. Subhanallah.

Berikut firman Allah ‎ﷻ :

‎لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٣٧﴾

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."
(QS.Al-Hajj :37)

Dari pembahasan di atas, insyaAllah kita telah paham, apa sebenarnya yang diinginkan oleh Allah ta'ala, jika Allah sendiri sebenarnya sangat mampu untuk meng-handle semuanya dan sama sekali tidak membutuhkan pertolongan manusia, bahkan tidak pula membutuhkan ibadah manusia yang ditujukan kepada-Nya? 

Jawaban pertanyaan tersebut dapat kita pahami dari firman-firman Allah ‎ﷻ , di antaranya sbb:

1. Allah sungguh ingin memuliakan manusia. Dia sangat menginginkan agar manusia sungguh-sungguh dalam mentaati-Nya, sehingga Allah pun akan membalasinya dengan Surga.

Jadi keinginan Allah terhadap manusia sudah jelas, dan apa yang disyaratkan Allah kepada manusia agar manusia layak mendapatkan balasan-Nya pun juga sudah jelas. Artinya bahwa untuk menjadi hamba yang layak mendapatkan tiket Surga tidaklah gratis, manusia harus beriman kepada-Nya dan beramal sesuai dengan Syariat-Nya.

Allah ta'ala berfirman :

‎يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا۟ ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَٰنِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ ﴿١٧﴾

"Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, (karena) sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar"."
(QS.Al-Hujuraat : 17)

Untuk menjadi manusia yang selalu diberi petunjuk harus selalu sadar bahwa setiap kebaikan yang ada pada dirinya adalah karena karunia Allah atas dirinya. Karena pada hakikatnya keimanan yang ada di hati setiap manusia yang beriman pun adalah semata-mata atas hidayah dari Allah ‎ﷻ.


2. Allah ingin menguji kita. Siapapkah yang benar-benar beriman kepada-Nya dan siapa yang tidak beriman.

‎وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ ٱلْمُجَٰهِدِينَ مِنكُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبْلُوَا۟ أَخْبَارَكُمْ ﴿٣١﴾

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu."
(QS.Muhammad :31)


3. Allah ingin memberi hidayah, bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan hidayah-Nya. 

‎وَٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ زَادَهُمْ هُدًى وَءَاتَىٰهُمْ تَقْوَىٰهُمْ ﴿١٧﴾

"Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya."
(QS.Muhammad :17)


Untuk itu marilah kita perkuat iman dan semangat taqarrub kita kepada Allah ‎ﷻ dengan melakukan berbagai amal kebajikan yang utama, antara lain:

* Mari segera berlari menuju Allah ‎ﷻ. 

‎فَفِرُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ ﴿٥٠﴾

"Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu."
(QS.Adz-Dzariyaat :50)

* Mari bersegera beramal sholih dan tidak menunda-nundanya.

‎وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran: Ayat 133)

* Mari kita berlomba-lomba dalam beramal kebajikan.

‎سَابِقُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ ﴿٢١﴾

"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."
(Q.S. Al-Hadiid : 21)

* Mari kita segera merespon setiap kali Allah ‎ﷻ memanggil kita. 

‎يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٩﴾

"Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS.Al-Jumuah : 9)


 ‎والله أعلم بالصواب 

‎ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ  


✏ Oleh :
Ustadz Abdul Aziz Abdur Ra'uf, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى 


•••••••••••••••
Jakarta, 
30 Agustus 2017

Related Posts

0 komentar: