Mengenal Manusia AtauTa'riful Insaan

|

Definisi Manusia
تعاريفل إنسان 


Al-Ishlah │ Manusia diciptakan oleh Allah tersusun dari unsur bumi dan unsur langit. Unsur bumi adalah dari tanah (at turab) dan unsur langit adalah ruh (ar ruh). Setelah dipadukan menjadi satu terciptalah manusia yang secara fungsional terwujud dalam tiga unsur yaitu: hati, akal, dan jasad. [QS. 32: 7 - 8; 15:28; 32:9; 15:29].
  1. Hati (al qalb) : Di dalam jasad ada segumpal daging, yang apabila daging itu baik, maka baiklah seluruh jasad. Namun jika daging itu rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Daging yang bernama hati itu secara wujud memang seperti yang kita pahami dalam dunia kedokteran, tetapi konteks qalb (hati) yang dimaksud dalam hal ini bukanlah hati secara fisik, melainkan sesuatu yang bersifat rohani, perasaan dan nafsu. Dinamakan qalb karena hati itu berubah - ubah setiap saat (qalaba). Di dalam hati itulah bersumber segala niat dan tekat (al azam ). [QS. 3:159; 17:36; 18:29; 90:10].
  2. Akal (al 'aql) : Akal sebagaimana kita pahami ada di dalam otak kita, tentu saja akal yang dimaksud di sini abstrak. Dengan akal yang merupakan kunci keistimewaan manusia itu, manusia dapat memahami berbagai hal. Akal memberi manfaat kepada manusia di bidang ilmu pengetahuan untuk berpikir dan melahirkan inovasi-kreasi (al 'ilmu). [17:36; 67:10]
  3. Jasad (al jasad) : Jasad adalah fisik zhahir manusia secara keseluruhan. Ia adalah pelaksana segala yang ditekatkan oleh hati dan direncanakan oleh akal. [QS. 9 : 105]
Hati, akal dan jasad adalah anugerah Allah yang harus digunakan untuk menjalankan amanah Allah di bumi (al amanah) [ QS. 33:72; 2:30;]. Amanah itu tidak lain adalah pengabdian kepada Allah (al ibadah) dan pemakmuran bumi (al khalifah). Dengan segala potensinya manusia bersikap dan menjalani tugasnya di dunia. Setelah tiba saatnya nanti, ia akan mendapatkan hasil/balasan atas apa yang telah diperbuatnya di duniah (al jaza'). [QS. 84:25; 16:97; 98:7-8].

    Related Posts

    0 komentar: