Meng-Esakan Allah (Tauhidullah)

shares

Al-Ishlah │ Untuk meng esakan Allah swt seseorang harus mengawali dari pengakuan bahwa Allah adalah Rabb atau Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatunya yang ada di alam semesta ini, Tuhan yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluknya, Tuhan yang memiliki segala sesuatunya yang ada di alam semesta ini. Sifat – sifat yang demikian dikenal dengan istilah rubbubiyatullah (sifat ketuhanan Allah).

Dalil

Al Qur’an surat alfatiha ayat 2 : “Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam”

Al Qur’an surat al a’raf ayat 54 : “Sungguh Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya denga cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam”


1. Allah sebagai pencipta (khaliqan)

Allah adalah zat yang telah ada sejak zaman azali, tidak bermula dan tidak berakhir, yang meciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.

Dalil

Al Qur’an surat al Furqan ayat 2 : “Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat”


2. Allah sebagai pemberi rezeki (raziqan)

Setelah menciptakan makhluk-Nya, Allah menghidupkan dan memberinya rezeki untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya baik langsung maupun tidak langsung.

Dalil

Al Qur’an surat 51 ayat 57 sampai 58 : “Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”

Al Qur’an surat 65 ayat 3 : “Dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”


3. Allah sebagai pemilik (malikan)

Karena Allah adalah pencipta alam semesta, maka Allah pulalah Pemilik alam semesta ini yang sesungguhnya, bukan yang lainnya.

Dalil

Al Qur’an surat al Baqarah ayat 155 sampai 156 : “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata sesungguhnya kami ini milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”

Al Qur’an surat al Baqarah ayat 284 : “Milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah maha kuasa atas segala sesuatu”

Itulah kekuasaan Allah swt (Mulkiyatullah).

Dalil 

Al Qur’an surat Ali Imran ayat 26 : “Katakanlah (Muhammad) : Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”

Al Qur’an surat Ali Imran ayat 189 : “Dan milik Allah lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”

Al Qur’an surat al fatiha ayat 4 : “Pemilik hari pembalasan”

Al Qur’an surat 114 ayat 2 : “Raja manusia”

Jadi kekuasaan Allah swt adalah kekuasaan mutlak tanpa bisa diganggu gugat oleh siapapun di alam semesta ini, namun demikian Allah swt bukanlah Tuhan yang lalim dan sewenang-wenang karena Allah swt mempunyai sifat :

1. Pelindung (waliyan) yang sangat cinta dan sayang kepada makhluk-Nya

Al Qur’an surat al A’raf ayat 196 : “Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (al Qur’an). Dia melindungi orang-orang soleh”

2. Hakim (hakiman) yangmengadili, memvonis, dan memutuskan dengan keputusan mutlak.

Al Qur’an surat Yusuf ayat 40 : “Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”

3. Pemimpin (amiran) yang memberi perintah dan larangan yang tidak boleh dilanggar.

Al Qur’an surat al A’raf ayat 54 : “Sungguh Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya denga cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam”

Oleh karena itu sepantasnyalah kita mengarahkan orientasi hidup (ghayatan) hanya kepada-Nya. [Al Qur’an surat 6 ayat 162]. Dialah Tuhan yang berhak disembah (ilahan ma’budan) dengan segenap penghambaan.

Dalil

Al Qur’an surat an Nas ayat 3 : “Sembahan manusia”

Al Qur’an surat al Kafirun ayat 1 sampai 6 : “Katakanlah (Muhammad) : Wahai orang-orang kafir!. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah yang aku sembah. Untuk mu agama mu dan untuk ku agamaku”

Related Posts

0 komentar: