Cara Mengenal Allah Sang Pencipta

shares

Al-Ishlah │ Secara indrawi kita tidak dapat menjangkau keghaiban, kesempurnaan dan keagungan Allah swt. Kita hanya dapat mengenalinya melalui ayat-ayat Nya. Ayat-ayat (tanda - tanda kekuasaan ) Allah yang berupa ayatul qauliyah (firman) [QS. 95: 1-5] di dalam kitab suci yang diwahyukan kepada para nabi dan rasul, serta ayatul kauniyah (alam) [QS.41:53; 3:190] berupa tanda-tanda kekuasaanya yang terbesar di alam semesta ini. Berikut ini adalah cara yang digunakan oleh manusia untuk mengenal penciptanya:

Cara Islam

Keterbatasan indrawi kita untuk mengenal Allah swt, mengharuskan kita merujuk kepada dalil naqli (al Qur'an dan as Sunnah) sebagai patokan pasti, dan dalil aqli sebagai penguat hasil pengamatan alam dan pemahaman ayat (an naqli wa aql) [QS. 10: 100-101; 65:10; 67:10]. Inilah cara yang digunakan Islam dalam mengenal Allah swt

Rasulullah saw pernah bersabda: "Berpikirlah kalian tentang makhluk-makhluk Allah dan jangan berpikir tentang dzat Allah karena kalian tidak akan dapat menjangkau-Nya".

Kombinasi yang bagus dari pemahaman ayat naqli dan ayat aqli mendorong seorang muslim untuk membenarkan (at tashdiq) [QS.3:191; 50:37] dan mempercayai Allah swt serta memantapkan keimanan (al iman) kepada Nya.



Cara Jahiliyah

Dalam mengenal hakekat Tuhan, metode jahiliyah berangkat dari prasangka dan kepentingan hawa nafsu (azh zhanu wal hawa) [QS.2:55; 10:36; 6:115]. Metode ini tidak menjadikan dalil naqli sebagai rujukan karena dipandang membelenggu akal, sementara tidak pula menjadikan akal untuk berfikir jernih menganalisa fenomena alam yang merupakan bukti kebesaran Allah. Metode ini hanya menganalisa keraguan dan kebimbangan saja (al irtiyab) [QS.22:55; 24:50], yang ujung-ujungnya mengingkari (al kufru) keberadaan dan kekuasaan Sang Pencipta alam semesta. Baca juga materi sebelumnya tentang Urgensi mengenal Allah atau ahammiyyatu ma'rifatullah

Related Posts

0 komentar: