Topik 74: Pertanyaan dari Malaysia

shares

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini sebuah tas guru. Bagaimana kesepakatan antara tas yang muannats, dengan guru yang mudzakkar?

Begitu interpretasi saya terhadap pertanyaan Mbak Zarifah dari Malaysia. Mbak ini, walau baru bergabung jadi pembaca setia blog ini, kadang aktif berkirim pertanyaan. Saya yang juga baru alias pemula ini, kadang merasa ragu untuk menjawab, apa betul apa tidak ya jawaban saya. Tapi anggaplah media blog ini kita jadikan sarana belajar, artinya saya juga belajar dengan pertanyaan tersebut, dan saya berharap ada orang yang ahli berbahasa Arab, dapat memberikan koreksi dari pembelajaran kita disini.

Baiklah pertanyaan Mbak Zarifah sbb:

salam, ada satu soalan ttg feminine and masculine..

hazihi haqibatu al-mudarrisah. wa haqibatuha ..........>soalan nya di sinih! perlu maksuur @ maksuurah? apa perlu di setiap akhiran kata adjective perlu ditambah ta marbutha sekiranya subjek ayat feminine?

maaf, saya tanya saja di sinih, kerna tidak tahu mahu diletak bawah topik berapa.

syukran


Wuih, ada satu masalah disini: beda gaya bahasa, antara Indonesia dan Malaysia. Tapi tak mengape lah.... Saya duga pertanyaan-nya sbb:

Soalan (catatan, orang Indonesia jarang menyebut soalan, tapi soal) sbb:

هذه حقيتة - hadzihi haqiibatun : Ini koper/tas
Atau jika dibaca cara lain: hadzihi haqiibah

هذه حقيبة المدرس - hadzihi haqiibatu al-mudarrisi : Ini koper guru laki-laki
Atau jika dibaca langsung: hadzhihi haqiibatul mudarris.

Jika guru tsb guru perempuan المدرسة - al-mudarrisatu / al-mudarrisah, maka kalimatnya:
هذه حقيبة المدرسة - hadzihi haqiibatu al-mudarrisati /hadzihi haqiibatul mudarrisah : Ini koper guru wanita.

Nah, pertanyaan Mbak Zarifah ini, menanyakan masalah adjective. Sebenarya kasus diatas bukan kasus adjective. Tapi ada 2 kasus:
1. Kasus kata tunjuk muannats هذه - hadzihi atau pakai mudzakkar هذا - hadza
2. Kasus idhofah yaitu: حقيبة المدرس

Jabawan saya spt ini. Kalimat ismiyyah harus dipandang sebagai suatu satuan mubtada dan khobar. Dalam kasus Mbak Zarifah, awal pembicaraan ingin menyatakan: Ini koper.

هذه الحقيبة - hadzihi al-haqiibatu

Mubtada' adalah hadzihi : ini
Khobar adalah al-haqiibatu : sebuah koper

Lihat bahwa koper yang dibicarakan sudah koper yang spesifik (ada tambahan al).

Nah kalau kita lihat, bahwa jenis mubtada' harus cocok dengan khobar. Kalau khobarnya muannats (lihat koper- ada ta marbutah-nya), maka mubtada juga harus muannats. Sehingga kita pakai kata tunjuk (isim isyarah) yang muannats juga.

Sekarang, kalau kita ingin menspesifikkan lagi, bahwa: ini adalah tas milik ustadz, maka kata:

الحقيبة al-haqiibatu, kita ubah menjadi
حقيبة الأستاذ - haqiibatu al-ustaadzi (haqiibatul ustaadz)
حقيبة المدرس - haqiibatu al-mudarrisi (haqiibatul mudarris)

Karena suatu benda yang jenis-katanya perempuan bisa saja dimiliki oleh orang laki-laki, jadi pasangan antara mudhof dengan mudhof ilaih bisa saja beda jenis kata.

Contoh diatas:

حقيبة المدرس - haqiibatu al-mudarrisi (haqiibatul mudarris)

Kata koper - haqiibah adalah muannats, sedangkan mudhof ilaihnya adalah mudzakkar (al-mudarris).

Jadi kesimpulannya kata mudhof dan mudhof ilaih tidak mesti harus sama-sama muannats atau mudzakkar.

Penentuan jenis kata idhofah:

Jenis kata idhofah ditentukan oleh jenis kata Mudhofnya. Tidak peduli mudhof ilaih-nya berjenis apa.

Contoh:

سيارة - sayyaratun : sebuah mobil --> muannats
سيارة الولد - sayyaratul waladi : the boy's car --> sayyaratul waladi = idhofah muannats, karena mudhofnya (sayyarah) adalah muannats.
سيارة البنت - sayyaratul bint : the girl's car --> idhofah muannats

Jika kita tambahkan kata adjective: jamiil (bagus/keren)
سيارة البنت جميلة - sayyaratul bint jamiilatun --> idhofah muannats
سيارة الولد جميلة - sayyaratul walad jamiilatun --> idhofah muannats

Terlihat bahwa adjective nya mengambil patokan (referensi) ke mudhof-nya yitu mobil yang muannats.

المسجد - al-masjid --> mudzakkar
مسجد ريد - masjidu zaidin --> Masjid (milik)Pak Zaid
مسجد ليلي - masjidu layli --> Masjid (milik) Bu Lili

Perhatikan karena idhofaf kata-kata diatas adalah mudzakkar, maka kata tunjuknya harus mudzakkar.

هذا مسجد ريد - hadza masjidu zaidin --> ini masjid (milik)Pak Zaid
هذا مسجد ليلي - hadza masjidu layli --> ini masjid (milik) Bu Lili

Terlihat bahwa kata tunjuknya mengambil patokan (referensi) ke mudhof-nya yitu masjid yang mudzakkar.

Demikian kira-kira penjelasannya. Allahu a'lam.

Related Posts

0 komentar: