Topik 73: The ustadz's book: Lanjutan topik Mudhof

shares

Bismimillahirrahmaniraahim.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Kita akan bahas bagian setelah FA SABBIH, yaitu masih di ayat 3 surat Al-Nashr.

فسبح بحمد ربك واستغفره - fasabbih bi hamdi rabbika wa istaghfir hu
maka bertasbihlah dengan pujian kepada Tuhanmu, dan minta ampunlah kepada Dia.

bi hamdi rabbika : dengan pujian kepada Tuhanmu

atau lebih pas lagi secara harfiah:

bi hamdi rabbika : dengan pujian milik Tuhanmu

Dalam tafsir kita baca terjemahannya sbb:
dengan memuji Tuhanmu

Sebenarnya, secara harfiah, terjemahannya itu:
dengan pujian (milik) Tuhanmu

Kenapa begitu?

Karena kata حمد - hamdi (atau hamdin) disitu adalah mashdar, artinya dia kata benda, sehingga terjemahnya adalah pujian, bukan memuji.

Kalau di translate ke bahasa Inggris:

بحمد ربك - bi hamdi rabika : with the praise of your lord

the praise (pujian) disini adalah Noun (Kata Benda).

Oke mari kita bahas struktur بحمد ربك - bi hamdi rabika.

Kembali lagi kita bertemu kasus Idhofah (Mudhof + Mudhof Ilaih). Mudhofnya adalah حمد - hamdi (pujian/praise), dan mudhof ilaihnya adalah ربك - rabbika : Tuhanmu (your Lord).

Dalam bahasa Inggris, polanya Mudhof (of) Mudhof Ilaih, sehingga menjadi:
the Praise of your Lord.

Masalah Definiteness dari Mudhof

Apa itu definitness? Insya Allah Anda masih ingat bukan? Ya, contoh gampangnya kalau saya buat kalimat:
1. I read the book
2. I read a book

Dalam kalimat 1, jika saya berkata "I read the book", maka dalam kepala saya, para pendengar sudah tahu buku mana yang saya maksud. Misalkan, saya ditengah percakapan dengan seorang sahabat:
"Kemaren saya beli buku La Tahzan, lalu saya baca buku itu".
"Yesterday I bought "La Tahzan". And, I read the book".

Karena kata "buku" itu teman saya tahu apa yang dimaksud, maka saya pakai "the book". Artinya, kata "buku" itu sudah spesifik, atau sudah definitive (sudah terdefinisi). Dengan kata lain: definitness-nya sudah terdefinisi.

Dalam kalimat 2: I read a book. Buku disini belum terdefinisi. Bisa buku apa saja.

A cup of coffee

فنجان قهوة - finjaanu qahwatin
finjaanu : secangkir / a cup
qahwatin (qahwah): kopi /coffee

Kata diatas adalah idhofah. Bagaimana status "definitness" nya?

Dalam kaidah bahasa Arab, kata diatas belum definitive, sering disebut Nakiroh.

Mungkin masih bingung ya? Oke saya kasih contoh lain:
بابُ المسجد - baabul masjid : pintu masjid

Bagaimana hukum definitness-nya? Lihat bahwa karena mudhof-ilaih-nya definitiv (Ma'rifah), maka kata diatas dianggap Ma'rifah. Artinya: sudah jelas pintu yang mana, yaitu pintu masjid, bukan pintu rumah. Kalau di translate ke bahasa Inggris, menjadi "the masjid's door", atau "the door of the masjid", bukan "the door of a masjid". Karena dalam hal ini masjid nya pun sudah definitif.

Masalah akan timbul, kalau kita mau bilang spt ini:
A door of the Masjid (sebuah pintu dari masjid itu)

Kalau kita pakai:
باب مسجدٍ - baabu masjidin : a masjid's door (a door of a masjid)

Padahal kita tahu bahwa masjidnya sudah definitif (the masjid). Saya melihat dalam hal ini grammar dari bahasa Inggris, tidak apple-to-apple dengan bahasa Arab. Artinya tidak bisa dipadankan langsung.

Jika yang mau ditekankan "a door", bahwa pintu dari masjid itu belum pasti (apakah pintu depan, pintu samping atau pintu belakang), maka dalam bahasa Arab, bisa kita berkata spt ini:
بابٌ من ابواب المسجد - baabun min abwaabil masjid (a door from the masjid's doors)

sebuah pintu dari pintu-pintu masjid itu.

Disini masjidnya sudah jelas, tetapi pintu yang dibicarakan belum jelas (belum terdefinisi).

Sebagai ringkasan:
1. Idhofah disebut definitif (ma'rifah), jika mudhof ilaihnya definitif
2. Idhofah disebut belum definitif (nakiroh), jika mudhof ilaihnya belum definitif

Tambahan contoh:
كتاب أستاذ - kitaabu ustaadz : sebuah kitab milik seorang ustadz
idhofah diatas adalah nakiroh.

كتاب الأستاذ - katabbul ustaadz: kitab (tertentu) milik seorang ustadz
idhofah diatas adalah ma'rifah.

سيارة خالد - sayyaratu khaalid : Mobil Khalid (Car of Khalid). Karena semua nama orang dihukumi sebagai definitif, maka idhofah dalam contoh ini adalah ma'rifah.

قلم إستاذي - qolamu ustaadzii: pena ustadzku (the pen of my ustadz). Karena semua kata benda yang diimbuhi pemilik spt: ustadzku (my ustad), adalah defititive, maka idhofah dalam kasus ini adalah definitif (ma'rifah).

Kembali ke ayat 3 surat An-Nashr ini:
بحمد ربك - bi hamdi rabbika: the praise of your Lord: Pujian (milik) Tuhanmu, maka ini juga dihukumi sebagai ma'rifah. Hal ini disebabkan kata rob (Tuhan) ditempeli oleh kata-ganti milik (ka)--> rabbika (Tuhanmu).

Demikian penjelasan tambahan mengenai kasus Ma'rifah / Nakirohnya suatu Idhofah.

Related Posts

0 komentar: