Kagum kepada Sang Khaliq

shares

Kagum kepada Sang Khaliq


Bismillahirrahmaanirrahim.

Kalau Anda kagum kepada sesuatu, sudahkah Anda kagum kepada Allah?

Al-Ishlah │ Sering kita (secara tidak sadar) kagum kepada sesuatu. Kita bertemu dengan perempuan cantik (atau laki-laki tampan), kita kagum sekali akan kecantikan dia. Kita sering memperbincangkan teknologi terbaru dari Handphone Nokia. Betapa canggihnya handphone tersebut? Kita terkesima sewaktu melihat pameran mobil. "Betapa canggihnya orang Jerman membuat mobil Mercedez seri terbaru itu?". Tanpa sadar, kita bisa jadi sangat kagum akan kemajuan teknologi yang mempermudah hidup kita.

Di lain kesempatan, jika Anda berkunjung ke negara-negara maju, bisa jadi Anda terkesima melihat gedung-gedung pencakar langit di New York, sarana transportasi kereta api di Jepang yang rumit dan canggih, dst. Sampai-sampai begitu kembali ke tanah air, tidaklah sepi Anda bercerita akan kehebatan sesuatu hal yang Anda lihat tersebut kepada famili dan kerabat.

Padahal kalau kita berhenti sejenak, semua yang kita kagumi itu adalah ciptaan Allah.
Bukankah manusia yang mencipta semua yang kita kagumi itu, yang menciptakan adalah Allah?

Perhatikanlah Surat 32 (As Sajdah) ayat 7.

Who made perfectly well all that He created. And He originated the creation of a human being from clay.

"(Dia) yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan (secara) sebaik-baiknya, dan (Dia) yang memulai menciptakan manusia dari tanah"

Atau perhatikanlah surat 4 An-Nisa (The Women) ayat 1:

O you people! take as a shield your Lord Who created you from a single being. The same stock from which He created the man He created his spouse, and through them both He caused to spread a large number of men and women. O people! regard Allâh with reverence in Whose name you appeal to one another, and (be regardful to) the ties of relationship. Verily, Allâh ever keeps watch over you.


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.


Hakekat "Mencipta"

Akio Morita pertama kali membangun pabrik Sony di Jepang, yang kemudian produknya merambah sampai ke Indonesia (bahkan pabriknya pun dibangun di Indonesia). Setelah Anda tahu bahwa Akio Morita lah yang membuat dan mendirikan Sony, maka ketika Anak Anda bertanya "Pa, siapa yang membuat TV Sony ini?". Anda akan jawab "Orang jepang, namanya Akio Morita".
Secara kebetulan, anak Anda tahu, bahwa Tante di sebelah rumah Anda kerja di Pabrik Sony Indonesia, dan dia pernah bercerita ke anak Anda, akan pekerjaannya (dan bisa jadi pernah diajak oleh si Tante berkunjung ke tempat kerjanya).

Anak Anda kemudia membantah (arguing). "Pa, bukan Akio Morita, tapi Tante sebelah rumah kita yang kerja di Sony itu yang bikin Pah...".

Begitulah cara pandang anak yang masih kecil masih terbatas kepada apa yang dia lihat (dia melihat Tante itulah yang memasang board elektronik kedalam casing TV, sehingga dia menganggap Tante itulah yang membikin TV). Tetapi cara pandang Anda yang lebih mengetahui mengatakan bahwa Akio Morita lah yang menciptakan TV Anda itu. Dan kalau cara pandang itu Anda kembangkan Anda akan bertemu dengan hakikat penciptaan ini bermuara kepada Allah.

Kalau Anda kagum dengan software Windows, Anda bisa jadi dalam hati berkata "Alangkah jeniusnya Bill Gate ini?". Seharusnyalah Anda lebih kagum lagi kepada Allah, karena Dia lah yang menciptakan Microsoft Windows itu (sedangkan Bill Gate hanya menjadi jalan atau hanya menjadi pesuruh untuk kelahiran produk itu).

Kalau Anda kagum kepada orang-orang Norwegia maupun Swedia, akan kecanggihan Handphone Nokia yang mereka buat, seharusnya Anda lebih kagum kepada Allah yang membuat orang Norwegia dan Swedia dan memberikan potensi akal kepada mereka untuk meramu produk Handphone tersebut. Kalau Anda renungi, pada hakikatnya Allah-lah pencipta Handphone Nokia tersebut bukan?

Kalau seseorang (sebutlah Tuan X) membuat sebuah robot, lalu robot itu bisa membuat pizza, dan pizza itu dihidangkan ke hadapan Anda. Lalu Anda santap sambil berkata "wow... sedap sekali pizza ini!". Menurut Anda siapa yang menciptakan pizza itu? Kepada siapa Anda lebih kagum kepada Robot itu yang telah meramu dan menghidangkannya ke hadapan Anda atau kepada Tuan X yang membuat robot itu?

Manusia hanyalah Peramu

Kalau kita renungi, manusia ini hanyalah peramu dari bahan-bahan yang ada di bumi. Bahan-bahan itu telah disediakan Allah untuk manusia. Bahan-bahan dasar itu Allah-lah yang punya, dan Allah-lah yang menciptakan.

Perhatikanlah ayat 40 surat Fathir (35) berikut:

Say, `Have you considered regarding your associate-gods whom you call upon apart from Allâh? Show Me then what they have created of the earth. Or have they any partnership in (the creation of) the heavens? Or have We given these (worshippers of false deities) a Book so that they are supported by some clear proofs (mentioned) therein? Nay, not so at all, but (the truth is that) the wrongdoers hold out vain promises one to another only to deceive.

Katakanlah: "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang zalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka."

Dalam ayat ini Allah, seakan "menantang" manusia, "Tunjukkan kepadaKu bagian mana di bumi ini yang kamu telah ciptakan! (Show Me then what they have created of the earth!)".

Sebutkanlah semua hal yang menurut Anda canggih, handphone misalkan.
Perhatikanlah, layarnya terbuat dari kaca. Darimana kaca didapat? Bukankah kaca dibuat dari pasir silica, yang bisa didapat di tanah-tanah di pantai? Siapa yang menciptakan pasir dan pantai itu kalau bukan Allah?

Perhatikan, chasingnya terbuat dari plastik atau karet. Plastik atau karet dibuat dari bahan-bahan sampingan hasil penyaringan minyak bumi yang ada dalam tanah. Siapa yang menciptakan minyak bumi yang dalam tanah itu? Allah.

Satu alat elektronik untuk membangkitkan gelombang radio didalam Handphone itu disebut dengan osilator. Dari mana osilator ini dibuat? Dari kristal yang ada di perut bumi. Siapa yang membuat kristal yang ada di perut bumi itu? Allah.

Alat elektronik lain yang sangat penting dalam Handphone adalah Mikroprosesor. Darimana mikroprosesor dibuat? Dari Silikon (rumus kimianya Si). Dia didapat dari pasir-pasir yang ada di perut bumi. Semua komputer yang otaknya ada di CPU (Central Processing Unit) terbuat dari Silicon ini. Siapa yang meletakkan bahan Silicon itu di perut bumi? Allah.

Demikianlah, semuanya yang ada di alam ini, baik itu mobil, gedung tinggi, pesawat terbang, kertas, komputer, dst, terbuat dari bahan-bahan yang sudah disediakan Allah di dalam perut bumi. Manusia hanya mengumpulkan dan merakitnya saja bukan?

Kemahakuasaan Allah (terlihat) Dimana-Mana

Bagi sebagian orang yang meragukan keberadaan Allah, bisa jadi belum bertemu dengan jalannya.
Allah itu wujud dan nyata. Sangking keberadaannya ada dimana-mana dia tidak terlihat. Mata kita memang tidak dapat melihatnya. Tapi apakah sesuatu yang harus mesti terlihat dulu, baru kita percaya dia ada?

Listrik, tidak terlihat. Tapi dia bisa kita rasakan, dia ada. Buktinya lampu bisa nyala oleh dia.
Para Insinyur Elektro, yakin bahwa di udara ini banyak sekali gelombang, yang kalaulah Allah memberikan mata kita kemampuan melihatnya, pastilah hidup jadi tidak nyaman. Kedepan, terlihat gelombang TV A, dibawah ada gelombang radio Stasion B, di sekitar ada gelombang Handphone. Gelombang tidak terlihat bukan? Tapi kita bisa merasakan dia Ada, buktinya handphone kita bisa nyala.

Para Saintis Biology, mempelajari sifat mata manusia dan di bandingkan dengan mata kelelawar. Mata manusia tidak dapat melihat dalam gelap. Berbeda dengan kelelawar. Mata kelelawar **hanya** bisa melihat dalam gelap, begitu ada terang, kelelawar menjadi buta. Kita tidak bisa melihat dalam gelap bukan? Siapa di depan kita kita tidak tahu waktu hari sangat gelap. Tetapi kelelawar tahu. Apakah Allah harus mengganti mata kita dengan mata kelelawar (agar kita percaya?). [sorry that's only a joke].

Sekali lagi Allah ada dimana-mana. Manakala kita takut, kita berzikir minta pertolongan Dia. Hati kita menjadi tenang. Bukankah itu bukti Dia ada. Kalau hati kita itu lampu maka lampu menjadi terang karena ada listrik yang tidak terlihat. Dan Allah pun tidak terlihat. Tapi Anda yakin bahwa dia Ada bukan?

Penutup

Demikianlah hikmah yang dapat disampaikan kali ini. Sebagai penutup, dalam kehidupan ini mungkin Anda bertemu dengan hal-hal yang indah. Bisa itu berupa alam yang indah yang Anda kagumi, mahakarya seni, dls. Renungkanlah keberadaan Allah SWT, dibalik keindahan itu. (note: jika diberi kesempatan, Insya Allah akan disampaikan hakekat dari hal-hal buruk disekitar kita).

Dahulu (bisa jadi terjadi pada Anda juga), sewaktu Anda masih muda, Anda memuji manusia (sebutlah seorang penyanyi, akan kemerduan suara dia, keelokan rupa dia). Saat ini jika Anda lihat kembali artis idola Anda tersebut, pandangan Anda menjadi lain. Anda akan berucap "Ya Allah, cantik sekali engkau ciptakan manusia ini! Jika demikian cantik makhluk yang Engkau ciptakan, alangkah jauuuh lebih cantiknya Engkau sendiri ya Allah!". Ucapan Anda itu akan membangkitkan kerinduan Anda untuk ingin bertemu dengan DIA, mencari lebih tahu siapa DIA, dst.

Pikiran Anda kemudian lebih tertuju memikirkan kehebatan, kecantikan, kasih sayang Sang Khalik, daripada memikirkan kecantikan dan kehebatan semua ciptaan-ciptaan Dia.

Wallahu'alam.

Sumber : http://arabquran.blogspot.co.id

Related Posts

0 komentar: